Tips Memerah ASI:

1. Memerah ASI jangan menunggu payudara terasa penuh dulu baru  memerah ASI. Perahlah ASI setiap 2 – 3 jam sekali, setiap si kecil tertidur, juga sebelum/setelah menyusui. Lakukan kebiasaan ini minimal pada 14 hari pertama menjalankan aktifitas memerah ASI. Kemudian setelahnya, tetap lanjutkan/pertahankan dengan memerah ASI setiap 3 Jam sekali dengan durasi 20 menit untuk setiap payudara. untuk menghemat waktu, bunda dapat menggunakan double pump.

Catatan: Memompa  ASI dengan menunggu payudara bengkak tidak jaminan ASI yang keluar lebih banyak  dibandingkan memompa secara teratur. Justru kebiasaan menimbun ASI di payudara secara PERLAHAN namun PASTI akan mengurangi jumlah produksi ASI itu sendiri. Sedangkan memompa secara teratur dapat memanipulasi bahwa ada demand/permintaan yang banyak terhadap ASI sehingga secara PERLAHAN TETAPI PASTI payudara akan memproduksi lebih banyak ASI.

2. Jangan menjadikan hasil perah sebagai patokan bahwa itu merupakan produksi ASI yang sesungguhnya karena sebenarnya rangsangan dari pompa tidak sebanding dengan HISAPAN BAYI secara langsung. Jika bayi yang menghisap, ASI PASTI KELUAR. Walaupun begitu, tetap syukuri berapapun hasil perah yang di dapat, kumpulkan hasilnya dan selalu optimis.

Catatan: Harus tetap dipahami bahwa ASI itu supply by demand. semakin banyak demand/permintaan/rangsangan terhadap payudara, maka semakin banyak supply/produksi ASI. payudara sendiri memerlukan adaptasi 7-14 hari (tahap awal) dalam penambahan demand/rangsangan ini. sehingga dalam tahap awal tersebut jangan melihat hasil perahnya karena tujuan di awal perah adalah menstimulasi dan menambah jumlah rangsangan/permintaan ke paydaraa kemudian hasilnya dapat dilihat setelah tahap awal pemerahan.

3. Setelah payudara diperah, Ibu dapat langsung menggunakan payudaranya untuk menyusui. hal ini akan mengoptimalkan payudara untuk mendapatkan rangsangan/demang yang lebih banyak. menyusui disaat payudara sedang tidak menimbun ASI juga memberi peluang lebih besar kepada bayi untuk  mendapatkan ASI hindmilk (kental) yang lebih banyak, karena ASI hindmilk akan diproduksi saat payudara sedang tidak ada timbunan ASI. ASI hindmilk ini kaya akan lemak essential yg sangat berguna untuk perkembangan otak dan menambah BB bayi.

Catatan: Walaupun payudara terasa kosong, ASI akan tetap diproduksi selama ada hisapan. Jadi Ibu tidak perlu takut menyusui dengan payudara yang lembek.

4. Bagi Ibu yang bekerja di luar rumah, Mulai perah ASI minimal 1 bulan sebelum  mulai masuk kerja.

Catatan: Selalu Ingat bahwa payudara TIDAK PERNAH KOSONG. Berapapun sering dan banyaknya kita memerah dan mengeluarkan ASI, kemudian si kecil langsung menyusu kepada paydara yang telah diperah sebelumnya, ASI akan TETAP KELUAR jika bayi yang menghisap.

5. WAJIB BERPIKIR POSITIF bahwa ASI akan keluar dengan banyak meskipun pada tahap awal (7-14 hari pertama) ASI yang keluar hanya sedikit. Pengalaman saya pribadi meskipun pada tahap awal hanya dapat 5 ml setiap kali perah, dengan optimis dan teknik diatas Alhamdulillah akhirnya bisa memompa ASI 200ml dalam 1x perah setiap 3 jam, selain itu saya juga menyusui langsung (saya FTM). sehinggasaya menggunaka 1 payudara untuk menyusui selama 3 jam. misalnya sekarang sedang menyusui dengan payudara kanan s(selama 3 jam), maka payudara yang kiri saya perah pada jam ke-3. setelah diperah, payudara yang kiri saya pergunakan untuk menyusui langsung (selama 3 jam), kemudian payudara kanan untuk diperah pada jam ke-3. begitu seterusnya  ^^

6. HINDARI penggunaan pompa dengan bola karet karena pompa tsb dapat menyakiti payudara sehingga dapat melemahkan kerja hormon OKSITOSIN. akibatnya, produksi ASI semakin menurun dan banyak pengalaman Ibu menyusui yg mengatakan produksi ASI  BERHENTI akibat pemakaian pompa tsb. Selain itu, pompa dg bola karet juga tidak higienis, berbahan non BPA-free. Jika Ibu ingin memerah dengan menggunakan pompa, pilihlah pompa yang recommended utk memerah ASI, yaitu dari corong langsung masuk ke dalam botol tanpa terkontaminasi udara dari luar. Juga lebih disarankan untuk menggunakan pompa yang mempunyai lapisan silicon di corongnya. Lapisan Silicon ini bisa memijat areola. Seperti yang diketahui, isapan bayi tidak cuma menghisap puting ibu, tetapi terlebih pada menghisap areola ibu untuk merangsang keluarnya ASI. Begitu pula fungsi lapisan silicon ini meniru gerakan lidah bayi menyusu pada ibu.

7. Untuk Ibu yang mempunyai jadwal perah setiap 3 jam sekali, durasi untuk 1x pemerahan/Pompa adalah minimal 15-20 menit. Namun  jika metode perah Ibu  lebih dari 3 jam sekali atau sampai payudara Ibu terasa penuh dengan timbunan ASI  maka waktu/durasi perahnya harus lebih lama atau jika bunda telah mendapatkan 3x LDR.

selamat mencobaaa……..

sumber: group Tanya ASI-HZ LC

Banyak orang, baik penduduk lokal maupun kaum perantau yang bilang bahwa Jakarta itu kejam. Kemacetan lalu lintas yang parah, tingkat kriminalitas yang tinggi, banyaknya kaum pengemis, kasus pengangguran yang semakin bertambah, dll.

Iseng-iseng kutanyakan pada suamiku:

Aku: Mas, kok kamu mau sih merantau ke ibukota. Ibukota khan kejam….

Mas: kata siapa Jakarta kejam?

Aku: Kata orang-orang yang merantau ke sini terus pulang ke kampungnya tanpa membawa apa”

Mas: Ngga ko. Ibukota ngga kejam, aku bisa peroleh (bi’idznillah) nafkah disini, manhaj yang shohih serta………(ehm) istri yang cantik :)

Aku: Hmm…yang terakhir apa mas?

Mas: *senyum2″ istri yang cantik, yang aku temukan di sini..

Aku: hihihih jadi GR :D *ngerayu nih si Mas*

Alhamdulillah….Ibukota tidak selalu kejam, banyak hikmah dan pengalaman berharga pula yang bisa diperoleh…:)

(Suamiku merantau ke Jakarta seorang  diri selepas lulus SMK untuk lanjut bekerja dan melanjutkan kuliahnya di Jakarta. Berbekal alamat kost seorang teman dan di jemput di stasiun Gambir, memulai hari-hari perjuangan beliau penuh peluh di ibukota, seorang diri, tanpa keluarga, tanpa sanak saudara, membiayai segala sesuatunya sendiri dengan hasil jerih payah keringatnya..Berbekal pengalaman magang dan ijazah SMK, beliau memulai pengalaman kerjanya dari satu perusahaan ke perusahaan lain, hingga suatu saat memutuskan bekerja sambil kuliah dengan hasil jerih payahnya itu untuk memperoleh lebih banyak ilmu untuk masa depan yang lebih baik insyaAlloh…Masya Allah aku salut sekali..itulah kenapa aku mencintainya pada pertama kali kami saling mengenal, karena beliau bukan type IKHWAN MANJA yang masih disokong dan dibiayai biaya hidup dan pendidikan dari kedua orangtuanya, beliau bukan type ANAK MAMI yang segala urusannya masih minta diurus kedua orangtuanya, beliau LAKI-LAKI yang MANDIRI, PEKERJA KERAS, BERKEMAUAN KUAT, dan PUNYA HARGA DIRI. Meskipun beliau sosok yang sederhana, tapi memiliki hati yang luarbiasa lembut dan penyayang. Justru laki-laki kaya yang masih memakai fasilitas orangtuanya, bawa mobil tapi mobil ortu, sama sekali tidak pernah menarik hatiku, pilihan hatiku jatuh pada sosok yang MANDIRI, PEKERJA KERAS dan punya KEHORMATAN DIRI padanya….)

 

 

oleh: Abu Khaulah Zainal Abidin
Wahai para orang tua….

 

Pernahkah kau katakan kepada anak-anakmu: (-”Jagalah hak-hak ALLAH, niscaya ALLAH pun akan menjaga kalian.“-) ?. Kemudian apa kata mereka setelah mendengar wejangan ini? Mengertikah mereka, apa makna menjaga ? Ingat! Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- menyampaikan kalimat ini kepada Ibnu Abbas -radhiallahu anhu-, yang usianya ketika itu belum mencapai 10 tahun. Dan Ibnu Abbas -radhiallahu anhu- mengerti makna kiasan -yang sangat indah dan halus- tersebut yang artinya menjaga perintah dan larangan ALLAH.

 

Pernahkah kau katakan kepada anak-anakmu:(-”Jika berdo’a, berdo’alah kepada ALLAH. Dan jika meminta pertolongan, mintalah kepada ALLAH.”-) ?Melalui lafadznya saja sudah dimaklumi, bahwa Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bukan sedang memerintahkan Ibnu Abbas berdo’a – melalui wasiat ini-, bukan pula sedang mengajarkannya, tetapi Beliau -Shallallahu alaihi wa sallam- sedang mengajarkan arti Tauhid dan menanamkannya.

 

Ya, do’a adalah inti dari ibadah, karena dengan berdo’a seseorang secara tak langsung telah mengakui akan adanya ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Sebab, mustahil seseorang akan berdo’a atau meminta jika yang diserunya itu tak ia yakini ada. Karenanya, dengan mengajari anak berdo’a, artinya kita telah menanamkan kepadanya keyakinan akan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa Yang Mencipta, Memiliki, dan Mengatur alam semesta ini.

 

Ya, do’a adalah inti dari ibadah, karena dengan berdo’a seseorang secara tak langsung telah mengakui bahwa ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa itu Maha Mendengar dan Mengetahui. Sebab, mustahil seseorang akan berdo’a dan meminta manakala ia tak meyakini bahwa yang diserunya itu mampu mendengar dan memahami, sebagaimana tak mungkinnya seseorang mengutarakan hajat dan maksudnya kepada yang tak mampu mendengar dan mengetahui isi pembicaraannya. Karenanya, dengan mengajari anak berdo’a, artinya kita telah menanamkan kepadanya keyakinan bahwa ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa itu Maha Mendengar dan Mengetahui.

 

Ya, do’a adalah inti dari ibadah, karena dengan berdo’a seseorang secara tak langsung telah mengakui bahwa ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa itu Maha Kaya dan Memberi Kekayaan. Sebab, mustahil seseorang akan berdo’a dan meminta manakala ia tak meyakini bahwa yang diserunya itu kaya dan mampu memberikan kekayaan, sebagaimana tak mungkinnya seseorang meminta kepada yang miskin dan tak mampu membagi kekayaannya. Karenanya, dengan mengajari anak berdo’a, artinya kita telah menanamkan kepadanya keyakinan bahwa ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa itu Maha Kaya dan Memberi Kekayaan.

  more…

Dear bloggers, jujur, saya sedih, di suatu jejaring sosial saya di su’udzonin orang, dikira riya dan mengumbar amal kebaikan di depan umum…Yaa Alloh, Maha pembolak-balik hati dan Maha mengetahui apa” yang nampak dan tersembunyi dihatiku , Engkau lebih Tahu apa yang aku rasakan…Jujur,saya sedih….bukan  sekedar karena saya sedang hamil sehingga hormon sensitivitas saya meningkat, tapi bagi saya hal ini memang “kebangetan”, tidakkah pantas saya tersinggung setelah perkataan yang saya terima yang bagi saya telah mempermalukan diri saya dengan comment di tempat umum? Apakah saya ini seorang ahlul bid’ah atau ahlul maksiat yang pantas dinasehati secara terbuka dan terang”an di tempat umum?…

Seorang penuntut ilmu, idealnya faham bahwa adab menasehati adalah bukan secara terang”an, apa bedanya dengan mempermalukan? Jangan hanya sekedar tahu ilmunya saja, tapi juga di praktekkan..buat apa ilmu kalo tidak untuk diamalkan?…Saya wanita, hati saya terlalu lembut untuk menerima kata” yang menyakitkan telinga dan hati saya di depan umum itu…Mengapa? Karena orang” terdekat saya yang mengenal sifat dan sikap saya luar dan dalam saja, seperti Suami saya tidak pernah sedikitpun menyakiti hati saya dengan hal” seperti itu, beliau sangat menjaga perasaan saya agar selalu nyaman dan tenang di sampingnya, tutur kata beliau sangat lembut ketika harus mengajari dan mendidik saya, padahal beliau adalah orang yang paling memahami dan paling banyak “tahu” tentang saya yang sebenarnya,, tapi justru mengapa orang yang pada hakikatnya tidak mengenal saya berani menjudge, tanpa tabayyun (melakukan cek n ricek atau konfirmasi) terlebih dahulu maksud dan niat saya…..Jujur, hingga detik ini, saya tidak merasa argumen saya itu salah. Tiap orang berhak berpendapat yang berseberangan, selama saya tetap memperhatikan adab2 berdiskusi dan tidak menyerang individu dari pemberi pendapat itu..

Dunia maya, jejaring sosial khususnya memang rentan dengan orang” yang suka salah tafsir..Selain anonym ,kita tidak berhadapan secara langsung dengan lawan bicara, bahasa tulisan juga multitafsir dan multi pandangan. Tapi, selayaknya sesama muslim itu tetap  mengedepankan prasangka baik. Niat itu hanya Alloh yang tahu, jadi jangan menuduh orang itu niatnya pamer kalo tidak tahu isi hati seseorang. Melakukan tabayyun lebih baik. Penjelasannya: menulis suatu hal kebaikan jangan diartikan selalu sebagai riya atau pamer. Saya melakukannya dengan niat untuk memberikan motivasi kebaikan pada tmn2 bahwa intinya ladang pekerjaan kita harus bisa jadi ladang ibadah dengan tetap memberikan manfaat sosial dengan org” di sekitar kita, mentransfer ilmu dan tenaga yang kita miliki untuk membantu org yang membutuhkan kita. Sungguh,saya hanya ingin memberi contoh motivasi bahwa tidak semua ladang pekerjaan itu semata” bertujuan materi, profesi jg banyak yg mulia, bermanfaat bagi orang lain pun bisa kita lakukan lewat perantara profesi kita, apa itu pamer? Astaghfirulloh….Entahlah sejak saya kuliah saya sudah terbiasa berinteraksi dgn orang” sakit,orang” yang tidak ada biaya perawatan, saya kadang kasihan. Dari banyak belajar dr para pasien itulah, hati saya ngga bisa berbohong kalo saya ingin membantu meski tidak bisa sepenuhnya karena saya jg butuh imbalan jasa atas perawatan tsb untuk kehidupan saya.

Begitu banyak orang sibuk bekerja mencari uang, gaji tinggi, posisi rekomended,bos berani membayar tinggi  tapi lupa sisi sosial yang bisa kita bangun untuk lebih peka dan menjadikan pekerjaaan kita sebagai ladang untuk beribadah dan membantu sesama. Saya ingin menghimbau, sebatas itu. Apa itu pamer dan mengumbar? Jika iya, Sudahkah kalian membelek dada saya dan melihat niat saya? Karena Rosulullah bersabda tiap amal tergantung niatnya. Allohul musta’an

#Pelajaran untuk saya mungkin bersabar lebih baik ^^

#Pelajaran untuk saya bahwa lebih baik kita introspeksi diri sendiri dan keluarganya sendiri sebelum menjudge oranglain, memang menilai oranglain itu “salah” lebih mudah ketimbang menilai dirinya sendiri atau orang” terdekat sendiri ^^

#Pelajaran untuk saya agar lebih peka dan hati-hati dalam lisan ^^

#Dan saya akhirnya bisa mengetahui sifat asli seseorang kalo sudah tidak berteman lagi….Trims Yaa Alloh sudah membuat mata saya terbuka ^^

Terimakasih untuk suami yang sudah membantu menenangkan dan menghibur saya. Beliau selalu bilang |”sabar ya bunda, jangan sedih, aku ikut sedih melihat kamu sedih. Alloh akan meningkatkan derajat kita jika bersabar ketika diberi ujian (baik berupa kesusahan maupun kesedihan)”. Alhamdulillaah… Jazakallah khoiron,Yaa zaujii al-mahbub ^_^

Bulan Romadhon lalu, tepatnya di hari ke-4 Romadhon (seingatku), Qodarulloh wa maasyaa-a fa’al, rumahku mengalami kemalingan. Tidak ada firasat buruk apa-apa sebelumnya saat ku meninggalkan rumah dan berkunjung ke rumah orangtuaku. Seperti biasa, sebelum aku pergi, aku sudah memeriksa dan memastikan pintu teras, pintu garasi dan pagar terkunci dan di gembok. Aku menginap semalam dirumah orangtuaku karena suamiku juga sedang kebagian kerja shift malam.

Keesokan malamnya, suamiku menjemputku kembali sepulang dari kantor. Kami pun kembali ke rumah kami. Alangkah kagetnya diriku, melihat pintu sudah mengalami kerusakan, gembok hilang, kamar dan lemariku hancur berantakan. Syukurnya laptop dan hp (barang yang paling mahal tentunya yang kami miliki…hihi) kami bawa. Alhamdulillaah ‘alaa kulli haal. Namun, kamera digitalku, beberapa gelangku dan gelang mutiara pemberian sahabatku, paket” untuk teman”ku hilang di gondol maling. Mungkin hanya 1 jutaan memang kerugian kami, kalau di kalkulasi, tidak sebesar korban pencurian lainnya, namun tetap aku merasa sedikit shock atas musibah ini. Di bulan suci yang mana Alloh limpahkan banyak pahala dan ampunan, mengapa masih ada segelintir orang yang berbuat dzalim dan tidak bersegera bertaubat. Yah, di bulan suci , jin dan syaithon memang di ikat di neraka namun syaithon berwujud manusia dan hawa nafsu masih bebas berkeliaran. Semoga mereka mendapat ganjaran-Nya :)

Hiks, betapa banyak memory yang terrekam dalam kamera itu. Kamera digital itu di belikan mamaku saat aku naik ke tingkat koass, hadiah untukku sekaligus untuk memperlancar dokumentasi kasus” penyakit mulut yang aku temui, sudah banyak sekali membantu, ditambah beberapa foto kenangan saat jalan” bersama suami juga para sahabat, begitupun dengan gelang pemberian sahabatku, dia memberikan gelang itu saat hari lahirku (meskipun aku tidak merayakan, namun aku menghargai pemberian orang sehingga sahabatku itu tidak merasa tersinggung), aku memakainya di hari wisudaku, warnanya soft kalem, senada dengan jilbab dan kebaya wisudaku :)

Sungguh, aku kehilangan banyak kenangan indah bersama barang” yang dicuri itu. Tapi aku harus bersabar dan berusaha mengikhlaskan musibah itu. Semoga Alloh memberikan ganti yang lebih baik kepada kami. Aamiin…Inna lillahi wa inna ilayhi rooji’un..Allohumma ajurni fii mushibati wa akhlifliy khoiro minha..aamiin..aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin…Semoga teguran ini membuat kami lebih berhati” dan waspada untuk menjaga diri dan amanah kami…insha Alloh

- dicopas dari note FB seorang teman (baca sampai tuntas ya ^^)-

—————————————————————–

Bismillaah..

Mencoba meluangkan waktu untuk memenuhi amanah dari saudara kami agar menulis hasil diskusi tentang vaksinasi (imunisasi) di sela-sela merawat putri kecil kami tercinta.

Awalnya diskusi ini hadir ketika membaca sebuah tulisan di sebuah blog yang (http://saif1924.wordpress.com/2009/01/25/bahaya-tersembunyi-dalam-vaksin/). Waktu itu kami menanyakan, bagaimana sebenarnya imunisasi ditinjau dari sisi medis, mengingat banyak sekali informasi tentang proses pembuatan vaksin yang diklaim mengandung dan menggunakan zat-zat yang diharamkan dalam Islam.

Berikut jawaban beliau:

Tentang pembuatan, insya Allah apa yang banyak orang katakan (=yang anti vaksin) bahwa vaksin dibuat dari nanah, darah anjing, darah babi, atau darah orang berpenyakit, adalah tidak benar. Benar, dalam sebagian reaksi enzimatis menggunakan bantuan enzim yang diekstrak dari babi, ini karena sulit dihindari. Tapi alhamdulillah, ahli vaksin dari Amerika yang pernah saya ajak diskusi, diikuti pula oleh dosen2 saya di UGM, mereka sudah menemukan alternatif dari sapi. Kalau dibaca pembahasan Al Furqon, sebenarnya tidak mengapa menggunakan enzim dari babi, terlepas dari khilaf para ulama tentang hal ini. (Silakan baca edisi lengkapnya di majalah, tapi edisi agak lama).

Sebenarnya, prinsip dasar vaksin adalah “memberikan kekebalan tubuh terhadap infeksi, sebelum infeksi itu terjadi”. Jadi vaksin berusaha “membangkitkan/melatih” sistem pertahanan tubuh kita sebelum infeksi yang real terjadi. Kalau ditanya, bagaimanakah efektivitasnya? Ini sangat bervariasi terhadap jenis vaksinnya. Ada vaksin yang sangat efektif, sehingga alhamdulillah beberapa jenis penyakit infeksi tidak ditemukan lagi di beberapa belahan dunia ini, seperti: penyakit difteri, polio, dan measles. Namun, ada yang kurang efektif, seperti vaksin BCG, sehingga meskipun vaksin BCG sudah ada, tetap saja Indonesia banyak kasus TBC. Karena vaksin BCG hanya meningkatkan sedikit sistem pertahanan terhadap infeksi TBC. Namun, kita sebagai peneliti, kita berusaha dan terus berusaha untuk menemukan vaksin yang mendekati 100% efektif sehingga bisa memberikan perlindungan terhadap infeksi, dengan izin Allah Ta’ala. Seperti vaksin BCG, saat ini para peneliti vaksin (saya pernah ketemu dgn peneliti vaksin TBC dari Jerman), sedang berusaha mengganti vaksin BCG yang ada saat ini sehingga menjadi lebih efektif.

Apakah vaksin mengikis rasa tawakal kepada Allah? Jawabannya tidak, karena Allah Ta’ala (atau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) memerintahkan kita untuk mencegah penyakit sebagaimana perintah untuk mencari pengobatan ketika sakit telah terjadi. Dan semua adalah bagian dari “mengambil sebab” yang merupakan bagian dari tawakal itu sendiri. (baca penjelasan di Al Furqon tentang vaksin tentang masalah ini)

Apakah benar semua vaksin berarti memasukkan virus atau bakteri? Ini juga tidak benar. Karena sebagian vaksin memasukkan antibodi, antibodi yang dibuat di laboratorium. Prinsipnya sama dgn antibodi ibu transfer ke anak. Perlu diketahui, anak saat usia 3-6 bulan pertama sangat bergantung pada antibodi dari ibunya (yang didapat lewat plasenta), sehingga anak pada usia-usia tersebut bisa lebih kebal terhadap infeksi. Tetapi, karena antibodi ibu tidak bertahan lama, hanya sekitar 3-6 bulan, maka ada periode dimana anak sangat rentan terhadap infeksi, karena dia belum mampu memproduksi antibodi sendiri karena masih kecil, sedangkan antibodi dari ibunya “sudah habis”. Oleh karena itu, kita bantu dengan membuat antibodi (bukan dari virus atau bakteri).

Benar, vaksin dibuat dari virus atau bakteri. Tapi bakteri atau virus seperti apa? Kita bukan pembunuh yang sedemikian teganya memasukkan virus dan bakteri berbahaya ke dalam tubuh bayi yang masih mungil. Tapi, virus dan bakteri yang kita masukkan adalah yang sudah dilemahkan (dengan “dibuang” bagiannya yang mematikan) atau bahkan “dimatikan”, atau bahkan hanya “diambil sebagian komponennya saja”, tidak “semua bagian tubuhnya”. Karena prinsipnya adalah kita berusaha mengambil komponen virus atau bakteri yang paling bisa membangkitkan sistem pertahanan tubuh, tanpa menyebabkan penyakit itu sendiri atau membahayakan si anak. dan untuk ini, perlu penelitian bertahun-tahun dan dana jutaan dolar.
more…

Menangis merupakan satu-satunya bentuk komunikasi seorang bayi dengan dunia baru. Sebuah tangisan bayi memiliki banyak makna, tidak hanya sekedar sakit dan kesedihan. Ketika bayi tumbuh besar, jika perkembangan mental dan jiwanya terkategori sehat, maka bayi semakin sedikit memiliki alasan untuk menangis dan orangtua semakin mengetahui apa makna dari tangisan sang buah hati.

Bagi orangtua baru, tangisan sang buah hati semuanya terdengar sama. Ketika dia sudah mulai menangis keras, acapkali orangtua bingung mengartikan apa yang disampaikan oleh bayi. Apakah dirinya lapar, lelah, sakit, gelisah atau perlu penggantian popok.

?Masalah meluas ketika arti tangis yang ada bermakna kesedihan, kekecewaan dan  ketakutan. Disinilah posisi keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertamanya mengambil peran penting membentuk kepribadian dan perkembangan kematangan jiwanya. Sebagaimana manusia dewasa pada umumnya, diperlukan bentuk dukungan yang menghibur untuk pelipur lara sang buah hati. Karena pada dasarnya, hiburan merupakan suatu kebutuhan yang mendasar selayaknya makanan dan keselamatan.

Menghibur Bayi yang Ketakutan

Pada bayi, ketakutan adalah sebuah naluri. Teriakan-teriakan keras yang tiba-tiba, gerakan mendadak dan orang yang tidak dikenal semua bisa menyebabkan anak ketakutan.

Pada awalnya, menenangkan ketakutan pada bayi sangat berkaitan dengan kontak fisik. Cara yang paling ampuh menghibur bayi adalah dengan menggendongnya. Pada bayi berumur 8-9 bulan, kebanyakan anak sudah mempelajari bentuk ekspresi, jika orangtuanya memberikan ekspresi tenang dan tidak terancam, maka secara alamiah anak juga akan tenang.

Menghibur bayi dengan menggendong merupakan reaksi alami dari ibu maupun ayah. Ada sebagian pendapat mengatakan jika terlampau sering menggendong anak maka sang buah hati cenderung berpotensi menjadi manja. Pendapat ini tidak perlu ditanggapi dengan serius, berikanlah kesempatan kepada anak sebuah momen berkualitas dengan orangtua disaat ia membutuhkannya.

Ada beberapa momen ketika orangtua dengan bijaksana tidak terburu-buru menghibur bayinya saat menangis. Misalnya, ketika bayi usia 4 bulan terbangun tengah malam dan sedikit rewel, sebaiknya orangtua memberinya waktu beberapa menit untuk membiarkan bayinya berusaha tidur kembali. Akan tetapi ketika bayi mulai menangis lebih keras, maka sebaiknya orang tua wajib menghiburnya sebelum bayinya mengamuk.

Menghisap Ibu Jari dan Dot

Menghisap ibu jari dan dot reaksi alamiah yang menenangkan bayi. Menghisap ibu jari memberikan efek menenangkan pada bayi, karena proses ini memunculkan refleks-refleks yang bisa menyebabkan ritme jantung melambat dan otot semakin rileks. Tidak perlu khawatir jika sang buah hati ditemui sering menghisap ibu jarinya, karena aktifitas ini merupakan indikator sang anak sudah bisa mengembangkan cara-cara lain untuk menenangkan diri.

Tips Praktis Menghibur Bayi

Periksa dahulu keadaan popok, jam makan ataupun suhu ruangan. Jika arti tangisan tidak mengindikasikan hal-hal tersebut, maka cobalah beberapa menit menggendong sang buah hati untuk menenangkan dirinya.

Menyusu dapat membantu menenangkan bayi yang sedang gelisah. Meskipun sedang tidak lapar, menyusu memberikan efek penenangan pada bayi.

Ayun-ayunlah secara perlahan. Ayunan berirama merupakan cara hemat untuk menenangkan bayi. Jika bayi menangis lebih banyak, percepatlah irama ayunan untuk menyesuaikan dengan tangisannya.

Gendonglah dengan jalan-jalan sekitar lingkungan.

Nyanyikan lagu penenang dengan lembut ( sebagai muslim, aku prefer mengganti dgn melantunkan murottal Al-Qur’an karena tidak ada perkataan yang lebih baik selain kalam/perkataan Alloh)…:)

-sumber: klikdokter.com-

Menurut hasil penelitian, balita (terutama yang sudah mulai tumbuh gigi) beresiko mempunyai masalah gigi berlubang, hal ini sebagian besar berkaitan dengan kebiasaan bayi yang suka mengedot di malam hari.

Pada malam hari bayi usia 4 bulan keatas terbangun sekitar tiga atau empat kali untuk minum susu. Kebiasaan kita adalah dengan memberikan susu dalam dot sambil tidur hingga susu habis atau bayi kembali tertidur lelap.Tanpa kita sadar susu yang ada dalam mulut bayi tidak semuanya tertelan sebagian ada yang masih tertinggal dalam mulut dan menggenangi gigi. Jika semalaman bayi merendam susu dalam mulutnya tentu saja akan ada kuman-kuman yang bersarang dalam gigi si bayi. Untuk bayi yang baru tumbuh gigi depan mungkin lama kelamaan akan menyebabkan carries gigi (gigis) sedangkan untuk balita yang sudah punya gigi geraham akan menimbulkan gigi berlubang, selain carries gigi pada gigi-gigi lainnya.

Ada sebagian orang tua yang berpendapat bahwa hal itu tidak terlalu penting karena gigi bayi masih gigi susu yang nantinya juga akan segera berganti. Anggapan seperti itu tidak sepenuhnya benar karena tidak semua umur gigi susu pendek, ada yang sampai 12 tahun, nah apakah kita akan menganggap remeh hal ini? sedangkan jika anak sakit gigi saja sudah cukup menyiksanya juga menghambat aktivitas dan pertumbuhannya?

Berikut ini tips untuk mencegah carries gigi dan gigi berlubang :

1.  Sebelum tidur biasakan membersihkan gigi si kecil dengan kain bersih atau sikat gigi khusus bayi
2. Biasakan anak tidak mengedot saat tidur, jika anak anda minta susu dudukkan dia dan coba latih untuk minum dengan sedotan
3.  Setelah anak minum susu minumkan air putih hangat untuk menggelontor susu dalam mulut atau gunakan kain bersih dengan sedikit air untuk membersihkan gigi si kecil.

(sumber: internet)

Category: Info Anak  Tags:  Leave a Comment