~Inilah Cara Shalat dan Wudhu Pasien yang “BESER/NGOMPOLAN” (Inkontinensia Urine)~

Oleh: Dr.Abu Hana

Pertanyaan Ke-5 : Shalatnya Orang yang Beser

INKONTINENSIA URINE

DEFINISI
Inkontinensia Urine (IU) atau yang lebih dikenal dengan beser sebagai bahasa awam merupakan salah satu keluhan utama pada penderita lanjut usia.

Inkontinenensia urine adalah pengeluaran urin tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan dan atau sosial.

Variasi dari inkontinensia urin meliputi keluar hanya beberapa tetes urin saja, sampai benar-benar banyak, bahkan terkadang juga disertai inkontinensia alvi (disertai pengeluaran feses).

ETIOLOGI

Seiring dengan bertambahnya usia, ada beberapa perubahan pada anatomi dan fungsi organ kemih, antara lain: melemahnya otot dasar panggul akibat kehamilan berkali-kali, kebiasaan mengejan yang salah, atau batuk kronis. Ini mengakibatkan seseorang tidak dapat menahan air seni. Selain itu, adanya kontraksi (gerakan) abnormal dari dinding kandung kemih, sehingga walaupun kandung kemih baru terisi sedikit, sudah menimbulkan rasa ingin berkemih.

Penyebab Inkontinensia Urine (IU) antara lain terkait dengan gangguan di saluran kemih bagian bawah, efek obat-obatan, produksi urin meningkat atau adanya gangguan kemampuan/keinginan ke toilet.

Seseorang yang sedang sakit parah biasanya menggunakan kantong untuk air seni, maka bagaimanakah dia shalat dan berwudhu?

Jawaban As-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baaz rahimahullah :

“Wajib baginya melakukan shalat dengan keadaannya itu, kasusnya seperti orang yang terkena penyakit beser (buang air seni yang tidak tertahankan) atau wanita yang mengalami istihadhah, maka pasien tersebut wajib melaksanakan shalat jika telah masuk waktu dalam keadaannya yang seperti itu, dan wajib baginya bertayammum ketika tidak bisa menggunakan air, dan jika dia bisa menggunakannya, maka wajib baginya berwudhu.”

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu…” (QS. At-Taghaabun: 16)

Sedangkan yang keluar darinya setelah itu sama sekali tidak menjadi masalah, tetapi dia tidak berwudhu kecuali setelah masuk waktu shalat, lalu dia melakukan shalat walaupun ada yang keluar darinya selama dia ada pada waktu shalat karena dia sedang berada pada keadaan darurat, seperti orang yang memiliki penyakit beser. Sesungguhnya ia melakukan shalat pada waktunya walaupun air seni keluar dari kemaluannya.

Demikian pula seorang wanita istihadhah, sesungguhnya ia melakukan shalat pada waktunya walaupun darah keluar darinya pada waktu yang lama. Mereka semua melakukan shalat dalam keadaannya masing-masing. Akan tetapi seseorang yang selalu berhadats tidak berwudhu kecuali setelah masuk waktu shalat, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada wanita yang sedang istihadhah:

“Berwudhulah pada setiap waktu shalat.”

Maka seorang wanita yang mengalami istihadhah, seseorang yang punya penyakit beser, dan seseorang yang sakit parah hendaklah berwudhu ketika masuk waktu shalat untuk semua shalat, baik yang fardhu atau sunnah. Dia bisa membaca Al Qur’an dari mushaf, berthawaf di Ka’bah jika dia berada di Makkah selama dia masih berada pada waktu shalatnya.

Jika waktu shalat telah keluar, maka dia tidak bisa melakukan semua itu sehingga dia berwudhu kembali bagi waktu yang telah masuk. Hanya Allah-lah yang bisa memberikan pertolongan.

Sumber :
http://agungrakhmawan.wordpress.com/2008/09/13/inkontinensia-urine/
http://fadhlihsan.wordpress.com/2010/08/29/fatwa-fatwa-bagi-orang-sakit-yang-ada-di-rumah-sakit-dan-para-pekerja-yang-ada-di-sana-bag-1/

sumber http://kaahil.wordpress.com/2010/09/19/inilah-cara-shalat-dan-wudhu-pasien-yang-beserngompolan-inkontinensia-urine 

Menyusui dapat membuat puting susu terasa nyeri. Meskipun demikian puting yang lecet atau berdarah bukanlah hal normal yang terjadi akibat menyusui. Menyusui seharusnya tidak menyakitkan. Bahkan, nyeri adalah tanda awal bahwa ada masalah yang harus dibenahi.

Kadang kala, ASI anda bercampur darah walaupun anda tidak merasakan sakit. Jika hal ini terjadi pada minggu pertama menyusui maka mungkin hal ini dikarenakan meningkatnya aliran darah ke payudara sejalan dengan berkembangnya jaringan penghasil ASI. Hal ini tentu saja tidak berbahaya dan akan menghilang dalam beberapa hari tanpa diberikan perawatan apapun.

Kenapa bisa demikian?

Penyebab utamanya adalah posisi menyusu bayi yang tidak tepat. Hal ini juga menyebabkan nyeri yang hebat pada puting susu anda. Mengkoreksi teknik menyusui dapat mengurangi bahkan menghilangkan lecet. Kadangkala koreksi yang dilakukan hanya minimal sekali akan tetapi memberikan perubahan yang besar sekali.

Jika bayi menderita infeksi jamur pada mulutnya maka bisa timbul pula lecet dan nyeri yang luar biasa pada payudara saat bahkan setelah menyusui.

Selain itu, lecet pada puting juga bisa disebabkan karena kulit yang kering atau anda menderita eksema. Udara kering, sisa deterjen pada pakaian, salep atau cairan yang dioleskan pada payudara, sabun mandi atau pembersih anti bakteri, bedak, spray rambut, deodoran, parfum dapat menyebabkan kondisi yang mirip eksema pada payudara anda.

Penggunaan pompa ASI yang kurang tepat juga melukai puting susu dan membuatnya luka atau berdarah. Berhati-hatilah karena pompa ASI dapat menyebabkan cedera pada jaringan payudara, merusak pembuluh darah kecil. Hisapan berlebihan dari pompa ASI bisa menyebabkan perdarahan di bawah kulit pada sebagian wanita.

Apa yang harus dilakukan?

Jika puting susu anda berdarah atau lecet, cobalah:

1.  Cek posisi bayi anda.
Perlekatan yang salah adalah penyebab terseringnya. Bayi anda harus menghadap puting anda, perutnya melekat dengan perut anda. Mulutnya harus terbuka lebar sehingga melingkupi areola dan puting susu. Perlekatan yang terbaik adalah jika lebih banyak areola di bawah puting susu yang melekat pada mulut bayi anda. Sejajarkan hidungnya dengan puting susu sehingga gusi bagian bawah dari bayi anda berada jauh dari dasar puting anda ketika mulutnya membuka. Puting anda harus berada di dalam mulut bayi anda.

2.  Berganti posisi setiap kali menyusui.
Hal ini berguna untuk memfokuskan tekanan gusi bayi anda pada area payudara yang berbeda setiap kali menyusui.

3.  Menyusui lebih sering dengan durasi lebih singkat.
Semakin lama jarak antara setiap kali menyusui, semakin lapar bayi anda dan semakin sulit dia menyusu.

4. Oleskan sedikit ASI pada puting setiap kali selesai menyusui dan biarkan kering sendiri.
ASI membantu menyembuhkan puting susu yang lecet dan berdarah.

5.  Jangan gunakan sabun, alkohol atau parfum pada payudara.
Cukup menggunakan air yang bersih saja.

6.  Minum analgetik.
Jika nyerinya terlalu berat dapat minum analgetik seperti paracetamol 30 menit sebelum menyusui.

7.  Untuk lecet yang berat bisa diberikan lanolin yang dibuat khusus untuk ibu menyusui.
Oleskan sedikit salep pada puting susu anda. Pelembab ini menghilangkan nyeri dan memungkinkan luka sembuh lebih cepat tanpa membentuk koreng. Pelembab ini tidak perlu dicuci sebelum menyusui.

Jika tidak ada tanda-tanda perbaikan, hubungi dokter anda. Bakteri dapat dengan mudah menginfeksi menimbulkan mastitis (radang payudara).

Akankah kondisi ini mempengaruhi bayi?

Bayi pada umumnya tidak terganggu dengan puting yang lecet atau berdarah. Darah pada ASI tidak akan melukai mereka dan proses menyusui dapat diteruskan. Perhatian utama adalah mengatasi masalah dan membiarkan puting sembuh sehingga menyusui kembali menjadi pengalaman menyenangkan bagi ibu dan bayinya.

Apakah tetap dapat menyusui?

Tentu saja. Tidak ada yang lebih indah di dunia ini selain menyusui bayi anda, tetapi untuk meyakinkan ibu yang mengalami puting lecet dan berdarah sangatlah sulit. Segeralah berkonsultasi dengan konsultan laktasi anda.

Referensi: babycenter.com

PENYIMPANAN ASI PERAH

A. Perhatikan alat-alat yang digunakan untuk menyimpan ASI:

- Persiapkan peralatan botol dan kotak sebagai tempat penyimpanan ASI, jika lemari es yang dipergunakan bercampur dengan bahan makanan lain.
- Penggunaan plastik yang bersifat bebas BPA (Bisphenol A) dipergunakan hanya untuk menyimpan ASI kurang dari 72 jam. Hal ini disebabkan untuk menghindari kemungkinan permukaan plastik rusak saat ASI telah membeku.

B. Perhatikan masa penyimpanan ASI:

Berikan data tanggal dan waktu penyimpanan pada bagian luar botol, untuk memudahkan ibu saat akan menggunakan.

1. 4-6 jam di temperatur ruangan (19-25)°C.

Bila masih kolostrum (susu awal, 1-7 hari) bisa sampai 12 jam. Perhatikan suhu ruangan, jika suhu ruangan di atas 25°C dikhawatirkan akan mengganggu kualitas ASI Perah.
2. 24 jam di dalam kotak pendingin (Cooler Bag).
3. 7 hari di lemari es (4) °C.

Letakkan botol ASI Perah di bagian belakang lemari es yang merupakan bagian terdingin dari lemari es.
4. Penggunaan tipe lemari es akan memberikan perbedaan masa penyimpanan ASI Perah beku.
Ada 2 tipe lemari es:
- Lemari es satu pintu, dimana lemari es beku (-15°C) berada didalam lemari es: 2 minggu
- Lemari es 2 pintu (-18°C) : 3 – 6 bulan
- Lemari es beku dengan buka tutup dari atas (deep freezer -20°C) : 6 – 12 bulan

Pengosongan payudara di lakukan setiap 2-3 jam, yang diperhatikan bukanlah kuantitas ASI semata namun juga frekuensi pengosongan.

- ASI perah dapat disimpan di lemari pendingin dan dapat diberikan pada bayi dengan menggunakan cangkir
- Minum dan makan makanan bergizi selama bekerja/menyusui bayinya
- Buat diri ibu merasa tenang, nyaman, bayangkan wajah si bayi ketika memerah

C. Perhatikan Cara Penggunaan ASI Perah:

ASI Perah beku dicairkan dahulu dalam lemari es, setelah cair keluarkan ASI Perah ke dalam suhu ruangan dan biarkan hingga titik embun di botol menghilang.
ASI kemudian tidak boleh dimasak/panaskan, hanya dihangatkan dengan merendam cangkir dalam air hangat.
Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas ASI,maka hindari perubahan suhu secara tiba-tiba.
Sangat dianjurkan ibu menggunakan ASI Perah yang lebih dahulu disimpan dengan memperhatikan tanggal dan waktu dari penyimpanan ASI Perah.

D. Perhatikan Cara Pemberian ASI Perah:

Dalam memberikan ASI Perah pada bayi sangat di anjurkan agar menggunakan cangkir/pipet/spuit. Hindari penggunaan botol/dot pada bayi. Penggunaan botol/dot pada bayi akan menimbulkan bingung puting, dimana bayi lebih menyukai menyusu dari botol/dot dibandingkan secara langsung.

Langkah-Langkah pemberian ASI Perah:

1. Pemberian ASI Perah hanya boleh dilakukan oleh orang yang membantu merawat anak, apakah itu anggota keluarga atau pengasuh bayi.
Ibu adalah satu-satunya orang yang tidak diperbolehkan memberikan ASI Perah, baik melalui cangkir ataupun alat lainnya.

Hal ini penting untuk diperhatikan, karena menghindari bayi menolak menyusu di payudara. Proses menyusu di payudara bagi seorang bayi adalah sebuah proses yang lebih melelahkan dibandingkan dengan pemberian ASI perah. Hal ini terkait dengan jumlah otot yang bekerja kala bayi menyusu, dimana ada tiga area organ yang bekerja yaitu rahang atas, rahang bawah, dan lidah. Sedangkan kala menyusu melalui alat bantu, bayi jarang menggunakan otot rahang dan lebih sering otot lidah.

Hal ini pun terlihat kala bayi menyusu dari payudara, dia akan mengeluarkan keringat lebih banyak dibandingkan menyusu dengan alat bantu.

2. Letakkan bayi dalam posisi setengah duduk, untuk menghindari bayi tersedak.

3. Berikan ASI Perah melalui cangkir/pipet/spuit dengan menggerakkan cairan ASI Perah ke pinggir cangkir/pipet/spuit.

4. Letakkan cangkir/pipet/spuit di pinggir bibir bawah dan biarkan lidah bayi bergerak untuk meraih ASI Perah.

(sumber: group Tanya ASI- HZLC)

Senam hamil biasanya dilakukan di rumah sakit, rumah bersalin, atau tempat-tempat tertentu dengan bimbingan seorang guru senam hamil yang berijazah. Namun, kadang-kadang wanita hamil tidak sempat atau tidak memiliki akses ke tempat senam semacam itu. Wanita hamil dapat pula melakukan senam hamil sendiri di rumah, asalkan mengetahui gerakan-gerakan senam hamil yang tepat. Senam sebaiknya dilakukan secara teratur dan dalam suasana tenang dengan menggunakan pakaian yang cukup longgar. Posisi ideal untuk melakukan senam adalah duduk bersila dan dapat dilakukan sambil melakukan kegiatan sehari-hari seperti menonton TV, menjahit, dll.

GERAKAN SENAM HAMIL

Untuk melakukan gerakan senam hamil, Anda dapat mengikuti petunjuk berikut ini:

1. Melatih Otot Kaki

Kegunaan: memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada pergelangan kaki.

• Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan, tubuh bersandar pada kedua lengan yang diletakkan di belakang pantat.
• Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut menekan kasur. Kemudian tundukkan kedua telapak kaki bersama jari-jarinya. Ulangi beberapa kali.
• Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap ke atas, kembalikan ke posisi semula. Ulangi terus sebanyak beberapa kali.
• Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, lalu gerakan membuka ke arah samping, tegakkan, kembali, dan seterusnya.
• Kedua telapak kaki buka dari atas ke samping turunkan, hadapkan, kembali ke posisi semula, dan seterusnya.

2. Melatih Pernafasan

Semua gerakan latihan pernapasan di bawah ini sebaiknya dilakukan setiap hari di pagi hari sesudah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.
A. Pernafasan perut

Kegunaan: melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh dokter/bidan.

• Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan dibuka kurang lebih 20 cm. Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai perangsang. Keluarkan napas dari mulut (tiup) sembari tangan menekan perut ke dalam. Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang mendorong kedua tangan ke atas. Perhatikan bahwa gerakan pernafasan dilakukan dengan perut (jadi dada tidak ikut kembang kempis).

B. Pernafasan iga

Kegunaan: mendapatkan oksigen sebanyak mungkin.

• Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan dalam posisi mengepal di iga sebagai perangsang. Bernapaslah seperti pada pernapasan perut dengan perkecualian tangan menekan iga ke dalam dan iga mengembang mendorong kedua tangan ke arah samping luar.

C. Pernapasan dada

Kegunaan: mengurangi rasa sakit saat bersalin.

• Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan di dada bagian atas. Keluarkan napas dari mulut (tiup) dengan tangan menekan dada ke arah dalam. Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada mengembang mendorong ke dua tangan ke atas.

D. Pernapasan panting (pendek-pendek dan cepat)

Kegunaan: menghilangkan lelah sesudah mengejan, serta dilakukan juga saat ibu sudah merasa ingin mengejan sementara pembukaan belum lengkap, supaya jalan lahir tidak bengkak atau robek.

• Pernapasan ini menyerupai pernapasan dada, hanya saja irama pernapasan lebih cepat dengan gerakan napas dihentikan separuhnya (bernapas tidak terlalu dalam, pendek-pendek saja).

3. Melatih Otot Panggul

Kegunaan: mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan, mengurangi dan mencegah pegal-pegal, sakit pinggang dan punggung serta nyeri di pangkal paha.

• Tidur terlentang, kedua lutut dibengkokkan. Letakkan kedua tangan di samping badan. Tundukkan kepala dan kerutkan pantat ke dalam hingga terangkat dari kasur. Kemudian kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan tonjolan tulang panggul bergerak ke belakang. Lemaskan kembali dan rasakan tonjolan tulang bergerak kembali ke depan. Ulangi gerakan ini 15-30 kali sehari.

4. Melatih Otot Betis

Kegunaan: mencegah kejang di betis.

• Berdiri sambil berpegangan pada benda yang berat dan mantap. Posisikan ibu jari dan jari-jari lain menghadap ke atas. Regangkan kaki sedikit dengan badan lurus dan pandangan lurus ke depan. Tundukkan kepala seraya berjongkok perlahan sampai ke bawah tanpa mengangkat tumit dari lantai. Setelah jongkok, lemaskan bahu. Kempeskan perut, kemudian perlahan kembalilah berdiri tegak, lepaskan kerutan. Lakukan enam kali dalam sehari.

5. Melatih Otot Pantat

Kegunaan: mencegah timbulnya wasir saat mengejan.

• Tidur terlentang tanpa bantal, kedua lutut dibengkokkan dan agak diregangkan. Dekatkan tumit ke pantat dengan kedua tangan di samping badan. Kerutkan pantat ke dalam sehingga lepas dari kasur, angkat panggul ke atas sejauh mungkin. Kemudian, turunkan perlahan (pantat masih berkerut), lepaskan kerutan, dsb. Ulangi enam kali sehari.

6. Latihan Anti Sungsang

Kegunaan: mempertahankan dan memperbaiki posisi janin agar bagian kepala tetap di bawah.

• Ambil posisi merangkak, kedua lengan sejajar bahu, kedua lutut sejajar panggul dan agak diregangkan. Kepala di antara kedua tangan, tolehkan ke kiri atau ke kanan. Letakkan siku di atas kasur, geser siku sejauh mungkin ke kiri dan ke kanan hingga dada menyentuh kasur. Lakukan sehari 2 kali selama 15 – 20 menit/kali.

(sumber : http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/message/14336)

ASI eksklusif menurut panduan WHO terbaru diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun karena nutrisi yang dikandungnya sudah mencukupi untuk 6 bulan pertama kehidupan. Selanjutnya anak akan diperkenalkan terhadap makanan padat secara perlahan-lahan.

Pada usia 6- 9 bulan, dimulai makanan tambahan pendamping dari yang cair terlebih dahulu ditambah makanan halus seperti bubur susu, buah, dan sayuran. Makanan ini dihaluskan dan dimasak. ASI masih WAJIB diberikan, dianjurkan diteruskan selama 1 tahun kehidupan. Bahkan jika memungkinkan untuk diteruskan hingga 2 tahun, justru hal ini lebih baik bahkan karena kandungan yang terasupi menjadi lebih lengkap.

Pada usia 8 bulan bayi dapat diperkenalkan dengan ‘finger foods’ yaitu snack yang dapat dimakan oleh bayi sendiri (tidak perlu disuapi), seperti buah yang dipotong-potong ukuran kecil sehingga bayi dapat makan sendiri. Makanan halus ini diberikan 2-3x/hari.

Pada usia 9-12 bulan, konsistensi makanan menjadi makanan semi-padat atau disaring, istilahnya tim saring. Usia ini kombinasi antara bubur susu, buah, tim saring. Makanan ini diberikan dengan tujuan untuk melatih kemampuan pergerakan rahang atas dan bawah dan melatih kemampuan mengunyah (penggunaan gigi apabila sudah ada). Selanjutnya dapat disajikan makanan dengan tekstur padat atau kasar. Makanan semi-padat/kasar disajikan 3-4 kali/hari dengan tambahan snack 1-2x/hari, seperti roti, buah. Snack adalah makanan yang disajikan diantara waktu makan yang umumnya mudah disiapkan, dan dapat dimakan sendiri oleh bayi. Ibu dapat memberikan variasi snack dengan cara mengolah sendiri masakan .

Jika telah menginjak usia lebih dari 12 bulan, dapat diperkenalkan makanan sebagaimana orang dewasa konsumsi, namun penting adanya perkenalan makanan dilakukan satu per satu secara bertahap untuk memantau timbulnya alergi atau tidak, terutama untuk jenis telur, seafood, dan susu sapi. Hindari makanan yang menyebabkan tersedak (memiliki konsistensi keras) seperti kacang, anggur, wortel mentah.

Berikanlah makanan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Daging, unggas (ayam), ikan, dan telur dapat diperkenalkan dini, karena mereka adalah sumber nutrisi yang dibutuhkan. Namun diingat sekali lagi, bahwa pemberian makanan ini harus dilakukan satu persatu untuk melihat ada atau tidak reaksi alergi.

Contoh :

Hari senin memberikan tim ayam. Bila tidak ada masalah, lanjutkan sampai hari kamis (3-4 hari) untuk melihat reaksi alergi
Apabila anak baik2 saja (tidak ada alergi), pada hari kamis/jumat, anak dapat diperkenalkan tim ayam dan ati. Lanjutkan sampai hari senin berikutnya.
Apabila tidak ada masalah,anak dapat diberikan tim ayam + hati + telur, atau tim telur saja

Selanjutnya pengenalan makanan dilanjutkan seperti contoh di atas. Hal ini dilakukan untuk melihat adanya reaksi alergi.

Hindarilah memberikan minuman dengan kadar nutrisi rendah seperti teh, kopi, dan minuman dengan kadar dula tinggi seperti soda. Pada minuman teh dan kopi terkandung komponen yang dapat mengganggu penyerapan zat besi. Minuman bersoda pun tidak dianjurkan, karena kadar nutrisinya yang rendah dan dapat membuat anak kenyang dan kehilangan nafsu makan. Batasi pemberian jus buah karena dikhawatirkan bayi merasa kenyang dan justru tidak mau makan makanan utama yang mengandung kadar gizi lebih tinggi.

ASI memang memiliki kadar protein dan vitamin yang tinggi. Kandungan didalamnya memenuhi asupan nutrisi pada anak usia 0-24 bulan. Namun ASI memiliki kadar mineral rendah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Diantaranya seperti kadar zat besi dan zinc (seng). Pada usia 9-11 bulan, proporsi asupan nutrisi yang direkomendasikan untuk gizi dari makanan tambahan ASI adalah 97% untuk zat besi, 86% untuk zinc, 81% untuk fosfor, 76% untuk magnesium, 73% untuk natrium, dan 72% untuk kalsium (Dewey, 2001).

Susu sapi segar sebaiknya baru diberikan setelah usia bayi mencapai 12 bulan karena risiko perdarahan dari usus dan rendahnya kadar zat besi di susu tersebut (Ziegler et al., 1990; Griffin and Abrams, 2001). Karena alasan yang sama, maka disarankan untuk memperkenalkan makanan yang berasal dari produk susu seperti keju, yoghurt, dan susu kering (yang dicampurkan dengan makanan lain, seperti makaroni skotel) pada usia lebih dari 12 bulan.

Kemungkinan reaksi alergi akibat konsumsi makanan tinggi protein perlu dipertimbangkan sebelum memberi makanan pada bayi. American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa bayi dengan riwayat alergi atau sensitivitas terhadap makanan cukup tinggi, direkomendasikan utnuk baru memperkenalkan susu sapi di atas usia 1 tahun, telur di atas usia 2 tahun, dan kacang-kacangan serta ikan diatas usia 3 tahun. Hal ini disebabkan karena penghindaran makanan yang dapat menyebabkan alergi dapat mencegah terjadinya dermatitis atopi (peradangan pada kulit akibat alergi) pada bayi dengan risiko tinggi menderita alergi.[](TRH)

(sumber : http://anak.klikdokter.com/subpage.php?id=2&sub=16 )

MEMERAH ASI

Dalam menjaga kuantitas ASI, salah satu yang dapat di upayakan adalah dengan mengosongkan payudara lebih sering. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memerah ASI, yaitu dengan menggunakan tangan dan pompa.

Memerah dengan tangan sangat dianjurkan daripada penggunaan pompa manual/elektrik.

Memerah dengan tangan lebih memberikan kenyamanan dan kelancaran dari produksi ASI. Hal ini disebabkan peranan organ kulit kala menyentuh payudara akan membantu meningkatkan rangsangan daripada hormon prolaktin dan oksitosin.

Selain itu, banyak pompa ASI di pasaran yang tidak memenuhi standar seperti pompa berbentuk bohlam merah. Bahan karet yang terdapat di bagian belakang pompa ternyata tak bisa disterilkan. Bahkan bisa menjadi media yang menyalurkan mikroba. Lantaran itu penggunaan pompa (reliever pump) tersebut dianjurkan hanya sebatas untuk mengatasi pembengkakan pada payudara.

Ada pula pompa ASI yang memenuhi standar, seperti pompa elektrik dan pompa berbentuk piston. Namun harganya terbilang mahal. Selain itu, pengosongan payudara dengan pompa seringkali kurang optimal dimana masih terdapat sisa ASI di dalam payudara.

Jadi, yang dianjurkan tetaplah teknik memerah dengan tangan. Selain mudah, tak merepotkan serta tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli peralatan. Modalnya cuma satu, keterampilan ibu memerah ASI dengan tepat.

Sebagai catatan, waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI bukanlah yang utama. Demi menjaga kuantitas ASI maka sangat dianjurkan ibu untuk mengosongkan payudara tiap 2 jam secara disiplin. Hindari pengosongan payudara dengan menunggu payudara terasa penuh.

LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMERAH ASI:

1. Tentukan waktu saat memerah/memompa.
Hindari memerah saat payudara penuh. Hal ini akan memudahkan aliran ASI mengalir deras saat memerah.

2. Usahakan relaks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk memerah ASI yang tenang dan nyaman. Gunakan foto atau video bayi untuk membantu meningkatkan rangsangan hormon oksitosin.

3. Cuci bersih kedua tangan ibu dengan benar dan menggunakan sabun.

4. Jika menggunakan pompa, pastikan pompa dalam keadaan steril dan kering.

5. Steril dan keringkan tabung/botol kaca sebagai tempat penyimpanan ASI perah.

6. Kompres payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, waslap, atau kain lembut lainnya.

MEMERAH DENGAN TANGAN:

1. Letakkan ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah di tepi areola payudara belakang puting susu membentuk huruf C.
Anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi/arah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jarii telunjuk serta jari tengah saling berhadapan.

2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi.
Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.

3. Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar.
Hindari menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit bahkan lecet.

4. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang.
Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5, lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.

5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian.
Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.

6. Bila mulai berkurang aliran ASI, segera ganti dengan memerah payudara berikutnya. Lakukan dengan cara yang sama.

Penelitian Hartmann (Th 2007), bahwa: tidak lagi ada sebuah “gudang” ASI (Sinus Lactiferus), sehingga keberadaan ASI jauh lebih dekat pada permukaan payudara. Sehingga proses memerah payudara sesungguhnya lebih mudah.

MEMERAH DENGAN MENGGUNAKAN POMPA (BREASTPUMP):

1. Letakkan sungkup pompa ke daerah areola payudara.
2. Mulai memompa dengan menggunakan daya isap terendah.
Secara perlahan tingkatkan daya isap sesuai dengan kenyamanan ibu demi meningkatkan aliran ASI.
3. Jika aliran ASI terlihat berkurang, maka pindahkan pompa dan lanjutkan memerah ASI pada payudara berikutnya.
4. Untuk mengoptimalkan pengosongan payudara, maka sebaiknya ibu tetap melanjutkan pengosongan payudara dengan memerah menggunakan tangan.

(sumber: group tanya ASI-HZ LC)

Menurut hasil penelitian, balita (terutama yang sudah mulai tumbuh gigi) beresiko mempunyai masalah gigi berlubang. Hal ini sebagian besar berkaitan dengan kebiasaan bayi yang suka mengedot di malam hari.

Pada malam hari bayi usia 4 bulan keatas terbangun sekitar tiga atau empat kali untuk minum susu. Kebiasaan kita adalah dengan memberikan susu dalam dot sambil tidur hingga susu habis atau bayi kembali tertidur lelap.Tanpa kita sadar susu yang ada dalam mulut bayi tidak semuanya tertelan sebagian ada yang masih tertinggal dalam mulut dan menggenangi gigi. Jika semalaman bayi merendam susu dalam mulutnya tentu saja akan ada kuman-kuman yang bersarang dalam gigi si bayi. Untuk bayi yang baru tumbuh gigi depan mungkin lama kelamaan akan menyebabkan carries gigi (gigis) sedangkan untuk balita yang sudah punya gigi geraham akan menimbulkan gigi berlubang, selain carries gigi pada gigi-gigi lainnya.

Ada sebagian orang tua yang berpendapat bahwa hal itu tidak terlalu penting karena gigi bayi masih gigi susu yang nantinya juga akan segera berganti. Anggapan seperti itu tidak sepenuhnya benar karena tidak semua umur gigi susu pendek, ada yang sampai 12 tahun, nah apakah kita akan menganggap remeh hal ini? sedangkan jika anak sakit gigi saja sudah cukup menyiksanya juga menghambat aktivitas dan pertumbuhannya?

Berikut ini tips untuk mencegah carries gigi dan gigi berlubang :
1. Sebelum tidur biasakan membersihkan gigi si kecil dengan kain bersih atau sikat gigi khusus bayi
2.Biasakan anak tidak mengedot saat tidur, jika anak anda minta susu dudukkan dia dan coba latih untuk minum dengan sedotan
3. Setelah anak minum susu minumkan air putih hangat untuk menggelontor susu dalam mulut atau gunakan kain bersih dengan sedikit air untuk membersihkan gigi si kecil

(dari berbagai sumber internet)

  • Nasi Bayam untuk Anak yang Tak Suka Sayur

    Nasi Bayam untuk Anak yang Tak Suka Sayur

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu cara menyiasati anak yang kurang suka dengan sayuran dengan merubah bentuk asli dari sayuran itu sendiri. Nah, resep ini layak untuk anda coba.

bahan:
300 gram beras
2 siung bawang putih, dicincang halus
200 gram dada ayam fillet, dipotong kotak
100 gram jagung manis pipil
100 gram bayam, diseduh dan diblender halus ukur 100 gram
1/2 sendok makan garam
400 ml kaldu ayam
1 sendok teh minyak goreng untuk menumis

bahan taburan:
3 butir telur dan 1/4 sendok teh garam, dibuat dadar rawis

Cara membuat:

    Campur air bayam dan kaldu ayam. Sisihkan.
Panaskan minyak. Tumis bawang putih sampai harum. Masukkan ayam. Tumis sampai berubah warna.
Tambahkan beras dan garam. Aduk rata. Tuang kaldu bayam. Aduk rata. Masak sampai meresap.
Masukkan jagung manis pipil. Aduk rata.
Kukus 45 menit di atas api sedang sampai matang.
Sajikan bersama  telur dadar rawis.