Udah sering denger khan istilah “calo” atau mungkin bahasa Inggrisnya “agent“. Nah, yang biasa kita denger itu khan calo tiket pesawat, calo three in one, calo kereta…Kalo “calo gigi” pernah denger ngga ??? :D

Buat temen2 yang kuliah di kedokteran gigi, pastinya udah ngga asing. Yup, calo gigi inilah yang bertugas mencarikan pasien bagi mahasiswa-mahasiswi kedokteran gigi yang sedang praktek di kepaniteraan klinik.
Kenapa kami perlu mereka ?

1. Karena jumlah pasien yang datang tidak sebanding dengan jumlah mahasiswanya. Yah, mengingat anak2 koass praktek dari hari senin-jumat pagi-siang, yang sejatinya merupakan hari kerja, menyebabkan calon2 pasien dari pihak keluarga, saudara, dan teman kami yang berprofesi sebagai pekerja tak bisa datang pada jam segitu ( berbeda halnya dengan penyakit umum pada tubuh yang tak bisa ditahan mereka bisa bolos kerja, tapi penyakit gigi umumnya masih bisa ditahan dengan obat penghilang nyeri meski efeknya sementara, jadi jarang ada yang mau diajak bolos).  Yah, misalnya aja Mamaku, adikku, omku, tanteku, siapa lah yang mau banget aku rawat giginya, tapi yah itu ngga bisa kalo hari kerja….hihihi :P .Akibatnya, kami biasanya harus menyewa jasa si calo itu untuk mencarikan pasien yang akan kami rawat.
2. Pasien yang datang sendiri, belum tentu sesuai dengan requirement yang kami butuhkan. Requirement yang di tetapkan masing2 bagian berbeda2 dan bermacam2. Diantara requirement2 tersebut, ada yang sudah terpenuhi, ada yang belum. Nah, si pasien yang datang sendiri itu tidak sedikit yang justru hanya sesuai dengan requirement yang telah kami selesaikan. Misalkan : si pasien datang dengan keluhan sakit gigi yang belum menyerang jaringan syaraf gigi, sehingga bisa ditambal biasa, sementara yang kita butuhkan justru pasien dengan sakit gigi yang sudah menyerang jaringan syaraf dan membutuhkan perawatan saluran akar. Hal inilah yang “memaksa” kami harus menggunakan jasa calo :)
3. Semakin seringnya kami menyewa mereka dan mereka membawakan pasien untuk kami, semakin cepat requirement klinik selesai…Horeeeey :)

Namun, yang jadi masalah, lagi-lagi adalah UANG. Tidak semua mahasiswa mampu terus2an membayar si calo. Teman-teman tahu mereka minta berapa ?

Per pasien mereka meminta kami sekitar Rp 20.000-Rp30.000, bayangkan kalo dalam 1 hari itu kita harus mengerjakan pasien dalam jumlah banyak untuk mengejar nilai. Ditambah, pasien dari si calo umumnya orang2 dari kalangan tak mampu, yang meminta biaya perawatan secara gratis + ongkos ke RSGM Trisakti. Tentunya, tak ada yang gratis untuk bahan2 dan dental chair yang telah dipakai, karena kami -para mahasiswa kliniklah- yang harus membayar biaya perawatan untuk si pasien dari calo tsb. Anggap 1 pasien biaya perawatan (misal kasus tambalan) sekitar Rp 30.000-50.000 (ini contoh yg murahnya aja ya) ditambah ongkos pasien Rp15.000. Jadi, untuk 1 pasien= biaya calo (20rb)+biaya perawatan (30rb)+ongkos pasien (15rb)=Rp 65.000 per pasien. Itu baru 1 pasien. Kalau pengen cepet kelar minimal 3 pasien lah dalam 1 hari, sudah berapa rupiah ??

Hehe..tapi biar bagaimanapun..Thanx for para calo, biar bagaimanapun kalian udah banyak membantu kami membawakan pasien..Makasih ya untuk calo langgananku, yang udah setia antar jemput pasien2ku, udah mau di utangin juga waktu lupa bawa uang..xixixi..Alhamdulillah, aku langganan ama calo yang baik & ngga matre.. Kalian mitra kerja yang baik :)

~ CASE CLOSED: Saya Sudah LULUS. Alhamdulillah..hehe ~