CaFe RieKa : Berbagi Info, Ilmu, Tips & Trik, Toko Online, Jualan, dan Curahan Hati
Akhirnya aku & suami pindah rumah lagi untuk yang ke- 4 kalinya dalam 2 tahun kami hidup bersama. Hehehe =)
Yah, namanya juga masih proses pencarian hingga tempat tinggal yang kami rasa paling nyaman, ngga ada salahnya dunk pindah-pindah rumah melulu.
Baiklah, kini aku & suami tinggal di daerah Bekasi Timur, sekitar 10 menit dari Tol Timur. Jadi, tiap pagi ( ngga tiap hari kok
) udah harus siap energi buat berdiri di bus. Hahaha
Ya iyalah, secara kalo mau duduk udah keduluan orang lain melulu, aku khan jalannya lelet…Hihi. Tapi, Alhamdulillah ya suka ada aja yang baik ma aku, untuk ngasih tempat duduknya. Khan badan aku mungil tuh, jadi suka ngga seimbang mau jatuh mulu pas berdiri saat busnya lagi jalan bahkan ngebuut. Biasanya yang ngasih tempat tuh, anak cowok gitu. Siapapun itu, makasih ya…Mungkin dia kasian kalo istri atau adik perempuannya di posisi aku kali. Hehe
Sebelumnya, 3 x tempat tinggal kami selalu di Jakarta. Suka dukapun kami alami. Tapi, itulah hidup, selalu ada ganjalannya
1) Yang tempat pertama kali, kami ngontrak rumah di daerah Kemanggisan, Jakarta-Barat, dekat kampus suami Bina Nusantara tercinta. Kurang lebih selama 6 bulan kami mengontrak di sana. Sejak November 2007 hingga April 2008. Bayarnya per 3 bulan. Ada ruang tamu, 1 kamar tidur, dapur, dan 1 kamar mandi. Sehari sesudah menikah, habis jalan-jalan, kami mulai menempatinya. Di rumah pertama ini, ada enak dan tidak enaknya.
Enaknya:
- Aksesnya cepat kemana-mana. Lokasi strategis, dekat lingkungan kampus, sehingga transportasi tidak susah mencarinya, banyak pula rumah makan & penjual makanan. Hehe
. Kalo aku mau kuliah, cuma 1 X naik Metromini.
- Rumahnya dekat dengan rumah nenek aku, jadi aku bisa sering main ke sana
.
- Udah punya tukang bakso Chuanki langganan dan warteg langganan. Seneng ngeliat anak kecilnya Ibu Pemilik Warteg, lucu banget, masih TK gitu, tapi kayaknya sekarang udah SD deh….
- Bebas banjir. Alhamdulillah…
Ngga enaknya:
- Pemilik kontrakannya agak ‘matre’. (aku ngga sebut nama lho, jadi tidak termasuk dalam kategori menggunjing oranglain) Jadi, pas kami mau pindah rumah dari sana, berhubung barang kami banyak banget & ngga muat dalam mobil, jadi masih ketinggalan beberapa barang yang kami titip kurang lebih seminggu ( cuma seminggu, kawanz….). Klo atas dasar rasa kasihan, boleh dunk nitip. Tapi, waktu seminggu itu di kenakan charge biaya sewa ( uang kontrakan per bulan dibagi 30 hari dikalikan 7 hari kami masih menyimpan barang). Masya Allah, tega sekali saat itu Sedih sekali aku saat itu. Kami sudah banyak mengeluarkan duit untuk biaya pindahan, sewa pick up, biaya sewa tempat baru,…..dan nitip barang di tempat lama kamipun di kenakan charge. Sungguh, kami nitip barang pun, semata2 di karenakan kesibukan kami berdua harus kuliah tiap hari, jadi baru bisa bawa barang lg pas free. Lagian belum ada oranglain yang mau ngontrak di situ kok, jadi barang kami yang hanya tinggal sedikit banget itu tidaklah merugikan.
Lebih sedihnya lagi, bukan hanya biaya sewa 1 minggu itu yag harus kami bayar. Biaya listrik yang jelas2 selama nitip barang itu ngga kami pake sama sekali pun (lampu & airpun sudah kami matikan) tetap di kenakan. Jadi, rumah itu kan petakan, ada 5 rumah dalam 1 baris itu. Sistemnya semua biaya listrik di gabung dan dibagi 5. Sehingga mau kita pake listrik lebih besar atau lebih kecil di sana ngga ngaruh, karena 5 rumah itu bayarnya sama.
Nah, ruginya tentu saja di kami. Karena saat itu kami masih pengantin baru, barang elektronik kami belum banyak. Tak ada TV, kulkas, bahkan mesin cuci. Cuma ada laptop. Laptop ngga mahal kok, kata suami, ngga makan banyak listrik. Dan, disaat kami sudah tak menempati rumah itu lagi ( hanya tinggal barang), kami tetap di suruh mereka untuk bayar listrik yang jelas2 selama kami tinggalkan itu sudah kami matikan. Sedih banget >.< .
Ya sudahlah, karena kami tak mau mempermasalahkannya, akhirnya kami bayar aja biar mereka puas. Begitulah rasanya tinggal di sana, begitu individualis…
. Padahal, kami sudah berbaik hati untuk mengecat rumah tersebut sebelum kami tinggali karena sebelumnya cat tembok tersebut sudah banyak yang mengelupas. Padahal, kalo kata teman2ku, itu kewajiban pemilik kontrakan sebelum yang ngontrak tinggal lho.
- Kalo hujan tiba, air merembes di tembok dapur & ruang tamu (bocor). Tentu saja, sebagai penyewa yang berhak mendapatkan hak hidup yang nyaman karena kami telah membayar, kami pun complain ke pemiliknya agar diperbaiki. Tapi, malah ini jawaban yang kami dapatkan (kurang lebih seperti ini): ” Oya, bocor ya…Yah, memang hujannya yang lebat banget”….Ya Tuhan, mau hujan lebat juga kalo pondasinya (atapnya) bagus ngga akan bocor seperti itu. Kami udah mendesaknya, tapi tetap beliau tidak mau memperbaikinya, malah menyalahkan hujan lebat. Meski bete, aku tak bisa berbuat apa-apa, karena mau pindah rumah saat itupun kami sudah terlanjur membayar untuk 3 bulan ke depan…Bahkan, aku ampe harus ijin bolos koass & ngcancel pasien sementara (saat itu masih di regu utama klinik), gara-gara harus bersihin rumah yang penuh air bocor yang merembes di tembok. Ya iyalah, kalo aku pergi, bisa-bisa rumah penuh air. Hehe.
Namun, itu menjadi alasan aku & suami ketika mencari rumah lagi memastikan bocor atau nggaknya. Maklumlah, saat itu masih manten baru, masih bingung nyari tempat tinggal sementara. Belum tau kriteria gimana aja. Dan, Subhanallah 2 tahun ini memang kami banyak belajar….Banyak….Banyak sekali….Syukurlah, kami memutuskan untuk tidak nebeng pada rumah orangtua, karena mungkin tidak akan semandiri ini untuk bertahan hidup..Hehehe
2) Yang tempat kedua, kami tinggal di Grogol, hanya sebulan….Hmmmm…Kalo tau hanya sebulan juga kami tidak akan tinggal disana. Cape pindah2nya. Sebelum kami tinggal disana, kami tidak tahu rumah itu mau di renovasi. Eh, beberapa minggu tinggal di sana, baru penjaganya bilang bahwa pemilik rumah itu mau merenovasi tempat tsb. Hufffh, sempet bete juga lah, kesel, pindah2an khan butuh uang & waktu juga, kenapa sih ngga bilang2 dari sebelumnya~!!. Bete ngga kalo jadi aku?? Yah memang sih sewa perbulannya Rp 800.000, lumayan sebulan juga buat yang punya. Tapi yang rugi siapa? Kami laaahhh. Cape fisik & batin lah baru sebulan udah harus mindah2in barang lagi. Berat khan. Aku badannya mungil, suami Alhamdulillah kuat tapi bahu kiri (tulang clavicula sebelah kiri) pernah patah saat jatuh dari motor dan saat itu baru beberapa bulan operasi pengambilan pinnya. Kasian juga si Mas harus angkat2 berat terus…Sabar ya suamiku sayang…
. Alhamdulillah di bantu supir Papaku saat itu.
3) Tempat tinggal kami ketiga, adalah kost2an…Yah, kami memutuskan kost, karena susah mencari kontrakan yang cocok saat itu, mahal2 boo pertahunnya sekitar 20 jutaan. Ngga ada yang bulanan. Kami berdua khan masih mahasiswa, harus ngirit2 dunk buat rumah masa depan kami kelak…Amiin. Hehe. Akhirnya dapat juga kost yang membolehkan suami-istri tinggal, di daerah Tanjung Gedong, Tomang, Jakarta Barat. Per bulannya Rp 900.000 ( sesudah kami tawar sebelumnya Rp 1juta perbulan). Ada 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi dalam. Sebenarnya sih kostan ini bagus, kayak paviliun gitu, luasss boo, ada kolam renangnya pula
. Cuci-setrika pula. Alhamdulillah meringankan tugas rumah tanggaku yang masih harus ngampus ini. Di sini kami tinggal selama 1, 5 tahun sejak Mei 2008 hingga Oktober 2009. Disini, kami sebenarnya lumayan betah, lokasi strategis di pusat kota hingga kemana2 dekat.
Namun, berhubung kami ingin tinggal layaknya keluarga lain, maka kami pun memutuskan kembali pindah dan mencari rumah kontrakan baru. Kami mencari di Bekasi, karena di sini biayanya tak semahal di Jakarta yang pertahunnya 20 juta. Wong, waktu ngkost aja aku pertahun udah nghabisin 10 juta lebih ( perbulan 900rb), baru ngkost apalagi ngontak rumah di sana ya…Ada sih kontrakan yang murah, tapi kurang bagus. Kamar mandinya itu lho yang utama kalo aku cari tempat tinggal., harus bagus. Hehe.
Nah, Alhamdulillah di daerah Bekasi Timur (Mutiara Gading Timur) dapat yang lebih murah. Pertahunnya Rp 6 juta. Tahunan. Memang butuh pengorbanan lebih. Kami harus berangkat lebih pagi lagi. Disini aku baru tinggal beberapa hari, belum tau bakalan terjadi apa. Untuk saat ini sih, jujur aja, aku masih belum betah, merasa asing, mati gaya, kesepian. Apalagi kalo suami udah berangkat kerja & kuliah. Sepi euy. Ini khan daerah kompleks perumahan. Dulu, di tempat tinggal2 sebelumnya, meski baru tinggal ngga pernah dilanda kebosanan seperti saat ini. Karena rutinitas & mobilitas yang tinggi. Disana rame. Disini sepi…
Doain ya Kawanz, semoga aku betah setahun di sini. Amiin
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
One Response for "Pindah Rumah (again) ^.~"
waaaa…mba rikaaa dah pindah rumah lagiiii??
belum jugaaa maiiinnnnn ^^
Leave a reply