CaFe RieKa : Berbagi Info, Ilmu, Tips & Trik, Toko Online, Jualan, dan Curahan Hati
Selamat Hari raya Idul Adha
10 Dzulhijjah 1430 H
Taqobbalallahu Minna wa minkum
Semoga amal ibadah kita dan keikhlasan kita dalam menunaikan Qurban diterima ALLAH Azza wa Jalla
Dan semoga suatu saat kita diizinkan-Nya untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah, bersujud langsung di depan Rumah-Nya
aamiin
Ada renungan bagus yang aku dapat dari forum kaskus . Aku jadi terharu membacanya…hiks..hiks
Semakin sayang ama Mama
Semakin sayang ama Papa
I love my Mama & Papa so much
Jadi tambah pengen membahagiakan kedua orangtua
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. (more…)

Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila ia memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah maka ia mendukungnya dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya.”
(HR: Ibnu Majah dalam Sunan-nya 1857)
Istriku juga akan sangat bahagia saat aneka masakan dan kue yang dibuatnya lahap kami nikmati. Ia juga begitu senang saat dapat berbagi dengan para tetangga. Ia selalu mendukung setiap kebaikan yang aku lakukan. Ia pun tak pernah memberatkanku dengan segala macam tuntutan yang sulit aku penuhi. Ia lebih tenang dan senang saat berkumpul bersama kami di dalam rumah, daripada berkeliling di mal-mal atau tempat hiburan dan rekreasi.
Bahkan, saat kami kesulitan keuangan, ia tidak jarang harus menjual perhiasan yang dipakainya secara diam-diam. Menyadari segala kebaikan yang dipersembahkannya kepadaku, aku merasa sangat miskin kebaikan.
Aku merasa berutang budi begitu banyak terhadapnya. Sepertinya apa yang selama ini aku berikan sangat tidak sebanding dengan segenap kebaikan yang ia persembahkan. Dan aku menjadi semakin terharu, saat menawarkan sedikit kemewahan, tapi ia menolak dan lebih memilih hidup apa adanya.
Saat aku memberi sesuatu yang membahagiakannya, tak lupa ucapan terima kasih dan doa mengalir dari bibirnya. Ini semakin memacu semangatku untuk mengimbangi segala kebaikannya dengan mempersembahkan kebahagiaan untuknya.
Anak-anakku begitu bahagia saat berada di dekatnya. Kami merasa begitu sedih dan kehilangan saat ia marah karena sikap atau perkataan kami yang tak berkenan di hatinya. Dan aku menjadi semakin terharu, saat ia mengatakan tak berkeberatan untuk mencarikanku istri lagi. ‘Bagaimana mungkin aku membutuhkan wanita lain kalau kamu adalah wanita terbaik yang aku miliki? Apalagi yang aku cari dari seorang wanita?’
Sejujurnya kuakui, setelah Allah dan Rasul-Nya, ia adalah sumber kebahagiaan kami. Tapi saat aku mengakui dengan sejujurnya akan hal itu kepadanya, ia hanya tertawa dan menganggapnya hanya rayuan belaka. Wahai sayangku, semoga Allah membalas semua kebaikanmu dengan surga-Nya yang terindah. Engkau adalah bidadari yang Allah karuniakan padaku di dunia……..”
Dari Suamimu yang tercinta
(Di nukil dari buku “Menjadi Bidadari Cantik ala Islam”, oleh Ummu Ahmad Rifqi –istri dari Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin Lc. Penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, Cetakan pertama, Maret 2009)
Alhamdulillah, sejak 13 Oktober lalu, usaha kami yang kami kasih brand CAFESHOES sudah menginjak usia 1 tahun. Semoga ALLAH senantiasa memberikan keberkahan & kemudahan pada kami dalam menjalankan bisnis ini. Aamiin Allohumma Aamiin
Cafeshoes…
Sebuah usaha yang bermula, dari ‘kebosanan’ suamiku menjadi ‘pegawai kantoran’. Bekerja 3 tahun lebih menjadi IT programmer di sebuah perusahaan swasta, ternyata ada rasa kejenuhan. Bukannya tak bersyukur, justru kami sangat bersyukur sekali suami bisa bekerja di kantoran dengan penghasilan Alhamdulillah. Tapi, harus diakui bekerja menjadi pegawai, memang lama kelamaan menyisakan rasa jenuh. Yah, di kantor mempunyai atasan/ bos, kenapa ngga kita yang jadi Bos aja sekalian?. Oranglain bisa menjadi Bos, kenapa kita ngga?. Begitu pikir beliau kala itu
.
Atas dasar itu, terpikirlah ide lain untuk menjalankan sebuah usaha kecil-kecilan. Kami pun berdiskusi usaha apa yang ingin kami jalani. Saat itu, aku mengusulkan ide membuat usaha rumah makan karena bisnis makanan takkan pernah sepi. Tapi, kata suami, itu membutuhkan modal lumayan, dan perhitungan tempat strategis, dan tentu saja butuh tenaga tukang masaknya. Hehe. 
Hingga, pada suatu hari, suami sepulang kantor, memakai sepatu safety yang baru di beli beberapa hari. Saat sedang diperjalanan pulang ke rumah dr Cikarang ke Grogol, suami mampir ke sebuah masjid untuk melaksanakan sholat Magrib. Dan usai sholat, Innalillahi, sepatu safety yang baru dibeli itu hilang di embat maling (tau aja tuh maling sepatu mahal & baru beli..huh). 2 x lho suami kehilangan sepatu safety yang di belinya.
Tapi, ada hikmah di balik semua itu. Kehilangan sepatu safety justru menjadi ide kami untuk menjalankan usaha trading di bidang safety shoes, safety equipment & safety tools lainnya. Alhamdulillah ya….Kini, kami tak hanya menjual safety shoes dengan berbagai brand ( Red wing, Cheetah, Unicorn, Kings, dll), tapi juga menjual Rain coat safety, safety goggle, body harness, safety helmet, safety maskers, safety gloves, dll (dapat dilihat di cafeshoes.com atau cafeshoes.multiply.com ). Juga usaha lain dengan layanan jasa pembuatan website, design graphis,dll..hingga katering bakso kecil2an….hehe…Yah, iseng2 lah, kalo lagi ngga ada pasien , bantuin suami sebagai marketing dan temenin suami kerja…
.
Namun, tentu saja tak lantas suami meninggalkan pekerjaan di kantor lantaran usahanya ini. Usaha masih taraf berkembang, belum set, penghasilan belum pasti, maka belum berani meninggalkan pekerjaan di kantor. Hingga lambat laun, melalui iklan2 baris Cafeshoes mulai banyak yang menghubungi dari 1-2 orang hingga beberapa orang. Penawaran lewat email dan sms pun Alhamdulillah mulai banyak mengalir. Hingga akhirnya, penghasilan Insya Allah pasti, maka sejak beberapa bulan lalu suami memberanikan diri resign dari kantor untuk fokus mengembangkan usaha menjadi wirausaha saja, selain juga karena mempunyai keinginan menuntut ilmu Dien di Ma’had, (Alhamdulillah, kini suami tercatat sebagai mahasiswa semester awal di Ma’had Utsman bin Affan) hingga memutuskan menjadi wirausaha agar tetap dapat memberi nafkah istri.
Cafeshoes…
Di usia 1 tahunnya Insya ALLAH sudah dikelola secara profesional oleh suamiku. Alhamdulillah, kami juga sudah mempunyai customer dari beberapa penjuru Nusantara, dari Sabang hingga Merauke…hehe, maksudnya yang benar dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua (Insya Allah bulan ini deal). Kami melayani pesanan perorangan ataupun perusahaan.
Mohon doanya ya kawanz semoga kami, khususnya suamiku sebagai ownernya mampu menjalankan usaha ini dan memberikan pelayanan dengan lebih baik lagi. aamiin…
Love,
Rika
Menarik…
Terutama bagi aku, sebagai penonton atau saksi sejarah, menyaksikan betapa banyaknya rekayasa dan skenario di negeri ini, kuatnya “uang” mempunyai pengaruh untuk menyembunyikan sebuah kebenaran dan membeli kejujuran.
Sedih banget nonton berita akhir2 ini. Sedih sekaligus bingung…
Yah, aku masih bingung apa yang sebenarnya terjadi, pernyataan siapa yang sebenarnya benar, masing-masing semuanya mengatasnamakan demi kebenaran, demi keadilan, bahkan tidak segan2 menyebut nama Tuhan. Allohu a’lam. Hanya Allah lah yang tahu.
Ya Allah, siapapun yang benar, semoga kebenaran cepat terkuak…
Kita nontong endingnya aja deh. Hehehe :p