CaFe RieKa : Berbagi Info, Ilmu, Tips & Trik, Toko Online, Jualan, dan Curahan Hati
Ada 2 kelompok yang berbeda menyikapi berakhirnya Ramadhan Mubarok ini, yakni:
1. Kelompok yang sedih Ramadhan segera berlalu, karena mereka mengetahui betapa besar keutamaan dan pahala serta pengampunan yang luas yang Allah berikan di bulan suci ini, sehingga betapa sedihnya hati mereka ditinggal bulan ampunan nan penuh berkah itu.
2. Kelompok yang justru bahagia Ramadhan berlalu. Alasannya bermacam2. Mungkin karena mereka yang tidak mau harus terus-menerus menahan lapar & haus di bulan puasa ini ( tanpa menyadari bahwa ganjaran & pahalanya jauh lebih banyak) ataupun mereka yang (maaf) hobby dan pekerjaannya harus “ditertibkan” di bulan ini, seperti yang hobby clubbing, dan suka dengan night-life, dimana pada bulan suci ini tempat2 hiburan tsb di tertibkan oleh peraturan Pemda setempat, ataupun mereka yang merasa merugi usahanya sepi selama puasa, padahal usaha sepi bukan karena puasanya, tapi dari usaha kita. Itu tergantung usaha & doa kita. Buktinya banyak pula orang yag meraih berkah Ramadhan dengan rezeki lebih yang Allah kasih. Banyak rumah makan sepi ketika siang hari namun sejak waktu berbuka hingga malam hari dipadati pengunjung yang ingin berbuka puasa.
Ok, itu semua pilihan kita. Tapi aku berharapnya, kita semua senantiasa di berikan nikmat iman sehingga selalu merasakan kerinduan yang amat sangat dengan kedatangan bulan suci nan berkah itu. Amiin.
Dan mari kita sambut hari kemenangan ini dengan hati yang suci dan bersih. Setelah serangkaian ibadah puasa dan amaliyah lain yang kita lakukan, semoga Allah menyucikan dosa-dosa kita. Dan semoga semua amalan yang kita perbuat di terima Allah Azza wa Jalla.
Rika Hermansyah & Hermansyah Dwi W, mengucapkan:
HAPPY IDUL FITRI
1 Syawal 1430 H
TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM
Semoga Allah menerima amalanku dan kalian
Mohon maaf lahir batin ^.^
Ps: jangan lupa kirim ketupat & opor ayamnya ke rumahku. Hehe

Hari ini adalah hari terahir kita berpuasa di bulan suci Ramadhan 1430 H . Yup, karena besok kita sudah memasuki 1 Syawal 1430 H. Dan esok adalah hari Raya Idul Fitri yang merupakan hari kemenangan bagi kita kaum muslimin-muslimah di seluruh dunia.
Masya Allah, cepat sekali bukan hari demi hari, detik demi detik Ramadhan berlalu. Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini merupakan tahun ke-2 aku menjalaninya sebagai seorang istri bersama suamiku tercinta. Tentunya, lebih istimewa & lebih berkesan. Mengapa? Yah, bayangkan saja dari sebelumnya, mau buka puasa tinggal buka, mau sahur tinggal sahur, sahur pun dibangunin. Eh, sekarang, sebelum buka & sahur, akunya udah pusing duluan mau makan pake menu apa. Masak sendiri or beli di luar or makan diluar sekalian. Dan, nyatanya ke-3 option itu semuanya dijalani. Hahaha
. Iya sich, bayangin aja lah kalo cuma 1, masak doank, kan lama2 bosan, mana bisanya itu2 aja. Tak hanya pusing masalah menu, alarm berbunyi pun harus siap2 bangun untuk menyiapkan santap sahur, meski cukup sering juga aku snooze beberapa menit karena mata yang tak bisa kuajak kompromi. Hehehe. Namun, keribetan itu semua aku jalani apa adanya, karena itulah tahap awal aku ‘baru’ menjadi seorang istri, belum lagi jikalau nanti menjadi seorang ‘ibu’ (amiin Ya Allah), tentunya akan banyak lagi yang harus bisa aku kerjakan, menyediakan makanan untuk anak2ku, tak mungkinlah aku membiarkan mereka sering makan diluar yang tentunya belum sehat dan bergizi.
Dan keribetan itu semua juga tak ada apa-apanya di banding bonus yang Allah kasih ke kita semua sebagai umat muslim di bulan Ramadhan penuh berkah ini. Yah, tentunya kita tahu betapa banyak pahala berkah, rahmat, ampunan yang Allah kasih ke kita selama di bulan ini ketika kita berpuasa. Belum lagi pahala yang Allah kasih ketika kita malaksanakan serangkaian ibadah Ramadhan, shalat, qiyamullail (tarawih, witir), tilawah Al-Quran, dzikir, shalat sunnah, sedekah, zakat, dll. Subhanallah, di bulan penuh ampunan ini Allah melipatgandakan pahala itu sebesar-besarnya, sebanyak-banyaknya
. Belum lagi, pahala lebih baik dari 1000 bulan di Lailatul Qadr (malam Qadr), sang malam kemuliaan. Subhanallah, betapa besar keutamaan yang Allah kasih di bulan ini, tergantung kita (hamba-Nya) ingin memperoleh keutamaan itu atau tidak. Ah, sungguh bilamana kita tau apa saja keutamaannya, tentunya kita tidak mau Ramadhan itu berlalu begitu saja. Sungguh merugi jika kita sia-siakan. Pergi tanpa memperoleh apapun, hanya lapar dan dahaga. Naudzubillah.
Butuh 11 bulan lagi untuk bertemu sang Bulan Qur’an (Al-Qur’an diturunkan di malam Qadr), dan dalam rentang 11 bulan itu kita tak tahu apa saja yang akan terjadi. Mungkinkah maut kita menjemput dalam rentang penantian itu. Allohu a’lam.
Kita tak pernah tahu takdir, namun yang ku tahu, tiap tahun bahkan tiap detik memang pasti ada yang meninggalkan dunia ini, pasti, kita semua tinggal mengantri dan menunggu giliran. Kapankah giliran kita? Allohu’alam. Ini rahasia ghoib sang Illahi yang hanya DIA YAng Maha Tahu, kita hanya wajib mengimaninya dan mempersiapkan bekal di dunia untuk hari itu, hari dikumpulkannya seluruh umat manusia di padang Mahsyar di mana matahari hanya sejengkal dari kepalanya, hari di hisab (dihitung) nya dan ditimbangnya segenap amalan ibadah manusia, apapun itu tak luput dari pengadilan-Nya. Allohu Akbar…hari dimana pada hari itu hanya syafaat (pertolongan) dari Nabi Muhammad lah yang bisa menolong kita, Sang Penyelamat (The Saviour) ummatnya…hari dimana seorang ayah tak bisa menolong anaknya lagi, seorang suami tak bisa menolong istrinya lagi, hanya amal baik dan kasih sayang Allah yang bisa menolong kita…hari dimana Para Rasul, para sahabat Rasul, para syuhada, dan orang-orang beriman mendapat kenikmatan tiada tara yang abadi, kenikmatan surgawi yang luar biasa indahnya melebihi kenikmatan duniawi, surga Alloh yang luasnya melebihi luas langit dan bumi, yang mana sejuk sejauh mata memandang, nan mengalir sungai-sungai di bawahnya, menanti pula bidadari surga diperuntukkan untuk insan bertaqwa…hari dimana orang-orang beriman dapat betemu sesuatu yang selama ini di idamkannya, yakni melihat-Nya, melihat wajah Penciptanya, melihat wajah ALLOH Robbul ‘alamin Tuhan Pencipta Alam ini, sebagaimana yang dijanjikan-Nya pada hamba-hamba-Nya yang beriman, juga berjumpa dengan Kekasih-Nya, Muhammad …Allohuakbar….Ya Allah, sungguh merugi diri ini jika tak mampu betemu wajah-Mu, wajah pencipta alam semesta dan mendengar kalam Allah yang suci (Al-Quran) di bacakan langsung oleh Allah Azza wa Jalla. Ah sungguh aku ingin sekali……..
Musibah pun tiada yang tahu. Bahkan ketika terjadi gempa di pesisir Jawa 2 September lalu, tsunami di Aceh dan gempa di Yogya beberapa tahun lalu, Tragedi Situgintung beberapa bulan lalu………Tak ada seorangpun bisa meramal dan mengiranya……..Itu semua memang sudah tertulis di kitab Lauhul Mahfudz di atas langit, namun menjadi rahasia-Nya. Siapapun, kapanpun, dan dimanapun, bahkan di benteng teraman pun tak mungkin ada yang luput jika Izrail sudah ditugaskan.
Ya Rabb, aku takut, sungguh aku takut. Aku takut jika tidak di wafatkan dalam keadaan husnul khotimah. Ramadhan salah satu cara penyucian diri dari dosa2 dan kelalaian yang aku perbuat. Namun, ini adalah hari terakhir. Di samping suka cita merayakan hari raya bersama keluarga besarku & keluarga besar suamiku, aku juga merasa sedih. Sedih sekali. Mengingat keutamaan Ramadhan akan segera berlalu dan selalu ada kegamangan di hati apakah Ramadhan tahun depan masih menjumpaiku. Ah, sedih sekali Ramadhan berlalu, sementara aku tak pernah tahu sudah optimalkah ibadahku , masih banyak kelalaian yang kuperbuat selama berpuasa, aku takut sekali hanya meraih lapar & haus,.
Ya Rabb kami, berilah kami umur panjang yang barokah dan semoga kami di pertemukan di bulan Ramadhan yang akan datang. Amiin Allohumma Amiin.
Allohumma innii asaluka iimaanaan laa yartaddu wa na’iiman laa yanfadu wa muroo faqota muhammadin fii a’la jannatil khuld
Ramadhan memang sudah di penghujung bulan dan hampir berakhir, tapi semoga saja Tips & Kiat yang aku posting ini masih bisa memberi manfaat untuk teman-teman pembaca ya, minimal untuk persiapan puasa tahun2 berikutnya. Insya Allah semoga kita semua masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan penuh berkah ini di masa mendatang. Amiin Allohumma Amiin.
Anak-anak dan Lansia (lanjut usia), bisa dikatakan fase kehidupan yang telah kita alami dan akan kita alami. Dan di lihat dari faktor usia, bisa dikatakan, merupakan 2 kelompok golongan yang memiliki kebutuhan khusus. Kedua kelompok ini juga diberi keringanan oleh Allah untuk tidak berpuasa. Namun jikalau masih ada diantara anak-anak dan lansia yang mau mencoba untuk tetap berpuasa, berikut aku posting kiat-kiatnya. Semoga bermanfaat.
1. Menu makanan berbuka dan sahur untuk anak sama saja dengan menu orang dewasa.
2. Beri makanan atau minuman yang mengandung gula saat, misal teh manis hangat dan kue manis. Minuman hangat lebih dianjurkan. Gula mudah diserap dalam tubuh menjadi sumber energi.
3. Pada malam hari, ada baiknya anak makan lagi sebelum tidur atau pada saat-saat senggang di waktu malam.
4. Untuk sahur, perbanyaklah makanan dari jenis protein dan lemak seperti daging, nasi, telur, ikan, dan lainnya. Makin besar lemak dan protein yang dikonsumsi saat sahur, otomatis cadangan energi yang dimiliki si buah hati juga lebih besar. Namun, jangan sampai makan berlebih karena lambung akan penuh dan perut terasa tak enak.
5. Berikan zat gizi tambahan seperti vitamin atau kalsium dalam bentuk susu. Namun, jangan memberikan vitamin penambah nafsu makan, karena justru akan membuatnya jadi cepat lapar.
6. Jangan memberi makanan dan minuman yang merangsang selama berbuka puasa, seperti makanan yang asam, bersantan, atau pedas.
7. Perbanyak juga konsumsi serat karena akan membantu melancarkan buang air besar (BAB). Konsumsi serat juga dapat membantu menghindari rasa lapar.
1. Kebutuhan kalori harus sama dengan kebutuhan kalori saat tidak berpuasa. Untuk itu perlu dilakukan pengaturan pola makan, yaitu dengan mengonsumsi:
-40% kalori saat sahur -50% kalori saat berbuka dengan mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu saat berbuka/sebelum sholat maghrib dilanjutkan dengan makanan berat setelah sholat maghrib, dan -10% kalori sisanya setelah sholat tarawih2. Konsumsi cairan 30-50 cc/KgBB/hari atau setara dengan 8-10 gelas untuk mencegah dehidrasi dengan cara sebagai berikut:
- 2 gelas air saat berbuka - 3-4 gelas air setelah tarawih sampai dengan sebelum tidur - Satu gelas saat bangun tidur sebelum sahur - 1-2 gelas saat sahur3. Konsumsi air atau jus buah pada waktu antara berbuka puasa dan sebelum tidur.
4. Hindari terlalu banyak mengonsumsi es karena dapat menahan rasa kenyang sehingga konsumsi makanan lengkap akan berkurang.
5. Komposisi gizi harus seimbang.
6. Batasi makanan yang digoreng dan tinggi lemak
7. Saat sahur:
8. Saat berbuka:
- Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kurma karena mengandung gula serat, karbohidrat, kalium, natrium, kalsium, fosfor, zat besi, dan magnesium - baik untuk mengonsumsi pisang sebagai sumber kalium, magnesium, dan karbohidrat9. Cukupi konsumsi vitamin dan mineral
10. Waspadai terjadinya kekurangan cairan (dehidrasi)
11. Obat-obatan (bila ada) tetap harus dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa.
source: www.klikdokter.com
(26 Ramadhan 1430 H)
Weits, aku baru baca artikel keren nih kalo puasa itu ternyata juga sangat bermanfaat untuk jantung kita. Insya Allah. Dan itu dibuktikan dengan penelitian. Subhanallah ya. Memang sih, ada beberapa penyakit yang justru dengan berpuasa akan memperparah keadaan orang tersebut, maka itu Allah meringankan bagi orang yang tidak mampu berpuasa tsb dengan mengqadha di hari lain atau membayar fidyah. Dan untuk hubungan antara Puasa dan Penyakit Jantung itu sendiri, berikut aku post artikelnya. Check it out
Puasa bagi mereka dengan penyakit kronis seperti asma, hipertensi, diabetes, maag, dll memang memerlukan tips dan trik tersendiri disertai beberapa persyaratan agar puasa dapat berjalan lancar. Sedangkan bagi mereka yang memang sakit dan tidak kuat berpuasa maka diijinkan bagi mereka untuk tidak berpuasa.
Bagi mereka yang memiliki kesehatan sempurna, memiliki keluhan ringan, atau memiliki penyakit kronis namun terkendali, berpuasa justru dapat meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Bagaimana mungkin? Hal tersebut akan kita bahas satu per satu di bawah ini.
![]() Puasa dan Penyakit Jantung (kolesterol & hipertensi)Efek berpuasa bagi mereka yang sehat ataupun bagi mereka dengan kelainan jantung sudah terbukti menguntungkan secara empiris atau berdasarkan penelitian. Keuntungan ini didapatkan melalui pengendalian berbagai faktor risiko utama dari penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, merokok, dan hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi). Dengan berpuasa selama 12-13 jam di bulan Ramadhan, kadar natrium tubuh akan menurun dan tentunya akan menurunkan tekanan darah seseorang. Hal ini sangat baik bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pengontrolan hipertensi melalui diet makanan, pengaturan berat badan, olahraga, pengendalian alkohol dan merokok, serta mengurangi stress atau emosi memang dapat dilakukan di bulan suci ini. Berpuasa secara otomatis memiliki efek menurunkan berat badan, mengurangi pajanan rokok serta makanan sehari-hari. Minuman beralkohol sendiri sudah dilarang bagi kaum Muslim. Selain itu, Ramadhan akan memacu orang meningkatkan ibadah mereka (seperti sholat, dll) dimana ibadah tersebut dapat berarti peningkatan aktivitas fisik atau olahraga. Selanjutnya, berpuasa dapat membuat seseorang lebih dapat mengendalikan emosi, menurunkan stress, dan lebih bahagia karena di bulan ini pengendalian emosi diwajibkan dan ibadah mereka dinilai berkali-kali lipat. Berdasarkan penelitian, kolesterol sendiri dapat dikendalikan melalui puasa yang berefek menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL yang memiliki peran sebagai pelindung jantung. Puasa dan Obesitas Puasa dan Diabetes Melitus Tentu saja berpuasa bagi mereka dengan diabetes tetap harus mengikuti jumlah kalori yang harus diasup serta aturan pemakaian obat yang harus diminum. Berpuasa dapat dilakukan bagi mereka dengan kadar gula darah yang terkontrol. Selain itu, bagi mereka dengan terapi insulin tidak dianjurkan untuk berpuasa karena dikhawatirkan adanya komplikasi yang dapat dialami dan injeksi insulin yang umumnya lebih dari sekali sehari. Puasa dan Detoksifikasi Puasa dan Maag Kronis Puasa dan Merokok Tentunya sudah dapat terlihat bahwa berpuasa ternyata memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, ditunjang dengan melatih disiplin dan merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Berpuasa yang dilakukan dengan benar, tidak berlebihan di dalam sahur ataupun berbuka merupakan salah satu wahana guna meningkatkan kualitas hidup dan mengendalikan penyakit yang kita miliki.
sumber: www.klikdokter.com
|
|
Beberapa hari lalu, aku lupa hari apa, saat sahur tiba, suamiku tercinta dengan inisiatifnya sendiri tentunya, berencana menyediakan makan sahur. Tentu, namanya juga laki-laki, hehehe, dengan menu masakan yang sederhana…pasti…apa itu?? Yup, ‘tempe goreng’…Yuk, mariii kita cicipi
Suamiku asyik menggoreng tempe, tentu ditambah tepung ( yang memang ada untuk membuat ayam tepung & tempura udang itu lho), biar lebih crispy, soalnya kata suami dulu suka banget pas aku gorengin tempe goreng tepung itu. Jadi, beliau mau mencobanya sendiri. Dan, kemudian, selesailah acara masak-memasak itu tanpa aku liati. Terus, waktunya makan sahur. Tapi, oh tetapi, kok tempe gorengnya bentuknya aneh ya ….Hahaha…Maaf aku lupa ngfotonya, jadi ngga bisa ku upload….Tapi its okay lah yang penting rasanya…Hmmmm, its Yummylicious, boleh juga lah masih rasa ‘tempe’ kok…Hihihi
Ternyata,,,owh..owh…Si Ayank langsung melumurinya dengan tepung begitu saja, tanpa tepungnya dicampur dengan air gitu…Hehe, pantes bentuknya teuteup kayak tempe biasa, cuma rada ‘item’an dikit aja…But, I’m happy, aku bangga punya suami kayak Mas…Ngerti banget istrinya lagi masuk angin, ngga bisa nyediain sahur dulu. Malah ,ini bukan pertamakalinya , udah sering si Mas Ayank masak2 gitu. Meski cuma masakan sederhana, itu lebih dari cukup