CaFe RieKa : Berbagi Info, Ilmu, Tips & Trik, Toko Online, Jualan, dan Curahan Hati
Buat yang pernah ngerasain naik angkot umum, pasti pernah deh mengalami saat-saat ngetem di saat kita sedang di buru-buru waktu..Kesel ngga? Dan akan lebih kesel lagi, kalo si abang angkotnya “ngasal” nyari tempat ngetem. Seperti yang aku alami beberapa bulan lalu.
Pics taken from here
Ceritanya, berawal saat aku mau berangkat ke kampusku di daerah Grogol dari rumah ortu di Bekasi. Udah lumayan siang, panas, pokoknya pengen buru-buru sampe lah. Alhamdulillah, akhirnya sampe juga deh bus yang aku naeki di terminal Grogol. Dan dari situ, aku naik 1x angkot lagi. Nah, si angkot ini di dekat perempatan Roxy, tiba-tiba ngetem dan ngetemnya itu pas banget di lajur kereta api. Ya ampyun, nih si abang kaga liat-liat tempat apa kalo ngetem, masa pas di rel kereta sih ngetem, gimana jantungku ngga dagdigdug…Sapa yang jamin, tiba2 tanpa suara bising, si kereta ekspress lewat……..Bete banget khan, langsung aku tegur aja si abangnya ” bang, jangan ngetem di rel kereta donk…”..Eh, si abang malah asyik-asyik ngitung duitnya…Weleh-weleh, lumayan lama tuh, langsung aku insiatif mau turun. Eh, pas udah mau turun, baru deh tuh si abang “ngeh” dan langsung menepikan angkotnya di tempat aman…..Paraghh banget deh nih abaangnya, khan tugas sopir tuh juga menjaga keselamatan penumpangnya, eh dia malah……………….. Aneh..
Posisi Duduk Masbuk
Sabtu, 27-Desember-2008
Penulis: Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain
——————————————————————————–
Sholat ditinjau dari jumlah raka’atnya terbagi dua :
a. Sholat dua raka’at seperti sholat Shubuh, rawatib dan lain-lainnya. Kalau sholat dua raka’at seperti ini, maka cara duduknya adalah duduk iftirasy, seperti duduk tasyahud awal dalam sholat lebih dari dua raka’at atau seperti duduk antara dua sujud yaitu kaki kanan ditegakkan dan duduk di atas kaki kiri. Ada dua hadits yang menjelaskan hal tersebut.
Pertama : Hadits ‘Abdullah bin Zubair, beliau berkata :
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam apabila beliau duduk dalam dua raka’at, beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan yang kanan dan meletakkan ibu jarinya di atas jari tengah dan beliau berisyarat dengan telunjuknya dan beliau meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya dan telapak tangan kirinya menggenggam lututnya”. Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban -sebagaimana dalam Al-Ihsan 5/370 no.1943- dengan sanad yang hasan.
Kedua : Hadits Wail bin Hujr :
“Dan apabila ia duduk dalam dua raka’at beliau membaringkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan beliau meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya dan menegakkan jarinya untuk doa dan meletakkan tangan kirinya di atas paha kirinya …”. Dikeluarkan oleh An-Nasai 2/586-587 no.1158 dengan sanad yang shohih.
b. Sholat lebih dari dua raka’at seperti sholat Maghrib, Isya, Dhuhur dan Ashar. Sholat seperti ini punya dua tasyahud yaitu tasyahud awal dan tasyahud akhir, maka dia duduk pada tasyahud awal dengan duduk iftirasy dan pada tasyahud akhir dengan duduk tawarruk yaitu menegakkan kaki kanan dan memasukkan kaki kiri di bawah paha dan betis kanan dan pantat sebelah kiri menyentuh langsung ke tempat duduk.
Hal ini berdasarkan hadits Abu Humaid As-Sa’idy yang mana beliau menceritakan sifat sholat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapan sepuluh orang shohabat dan mereka membenarkannya. Hadits Abu Humaid ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhory no.794, beliau berkata :
“Dan apabila beliau duduk pada dua raka’at, beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan yang kanan. Kemudian apabila beliau duduk di raka’at terakhir, beliau memajukan kaki kirinya dan menegakkan kaki yang lainnya dan beliau duduk di atas tempat duduknya”.
Rincian di atas merupakan pendapat Imam Ahmad sebagaimana dalam Masail Ibnu Hany hal.79, Al-Mughny 21/218 dan Majmu’ 3/430. Dan juga merupakan pendapat Ats-Tsaury, Ishaq dan Ashabu Ar-Ro’y.
Maka kalau seorang makmum masbuk pada sholat yang dua raka’at maka duduknya tiada lain kecuali duduk iftirasy .
Adapun kalau makmum ini masbuk dalam sholat yang lebih dari dua raka’at dan makmum yang masbuk mendapatkan Imam sudah duduk tasyahud terakhir, maka posisi makmum yang masbuk ini tidak lepas dari dua keadaan :
Pertama : Ia masbuk dua raka’at atau lebih.
Kedua : Ia masbuk satu raka’at.
Maka kalau makmum ini masbuk dua raka’at atau lebih maka duduknya adalah duduk iftirasy, sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Malik bin Al-Huwairiz riwayat Al-Bukhory no.605 bersabda :
“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat saya sholat”.
Dan dari keterangan yang tersebut di atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pada dua raka’at duduknya adalah duduk iftirasy, berarti kalau ia mendapati Imam tasyahud terakhir dengan duduk tawarruk dan makmum ketinggalan dua raka’at atau lebih maka duduknya adalah duduk iftirasy tidak mengikuti Imam.
Adapun kalau makmum ini masbuk satu raka’at maka duduknya adalah duduk tawarruk sama dengan duduk Imamnya sebagaimana cara sholat Nabi r dalam sholat yang lebih dari dua raka’at dalam keterangan yang telah disebutkan diatas. Wallahu A’lam.
Faidah :
Saya pernah mendengar Syaikhuna Al-‘Allamah Al-Muhaddits dari negeri Yaman Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’y -rahimahullah- beliau berkata : “Ada sebagian orang berpendapat bahwa kalau seseorang masbuk dua raka’at kemudian ia mendapati Imam duduk tasyahud terakhir maka ia duduk tawarruk seperti duduknya Imam dengan dalil hadits Abu Hurairah Riwayat Bukhory-Muslim :
“Sesungguhnya Imam itu dijadikan untuk diikuti”.
Lalu Syaikh Muqbil berkata : “Tapi yang nampak bagi saya bahwa si masbuk ini tetap duduk iftirasy”.
Jelaslah bahwa apa yang dijelaskan di atas sesuai dengan fatwa Syaikh Muqbil ini. Hal tersebut disebabkan karena hadits : “Sesungguhnya Imam itu dijadikan untuk diikuti” adalah hadits yang umum sedangkan hadits Malik bin Al-Huwariz adalah hadits yang lebih khusus darinya. Maka hadits Malik lebih didahulukan. Wal ‘Ilmu ‘Indallah.
http://www.facebook.com/l/;http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&cat=Manhaj&article=65
Sebelumnya aku udah pernah posting khan ttg masalah Body Mass Index/ Index Massa Tubuh (IMT). Nah dari yang aku baca di web www.klikdokter.com, ada yang lebih lengkap lagi nih:
Timbang berat badan di sini
So, buat yang pengen tau, berat dan tinggi badanmu udah ideal atau belum, bisa di hitung sendiri:
RUMUS Berat Badan Ideal = (TB-100) ± 10 % (TB-100)
Jadi,misalkan aku ya contohnya.
BB= 42 kg dan TB=155 cm
Berat Badan Idealku (berdasarkan rumus di atas), yaitu:
BB ideal = (155-100) ± 10 % (155-100)
= 55 ± 10 % (55)
= 55 ± 5,5
= 49,5 – 60,5 ( kisaran seginilah berat badan idealku, artinya BBku yang masih 42 kg masih tergolong kurus alias minimal harus ditambah 7,5 kg lagi buat mencapai 49,5 kg)
Dan, untuk lebih jauh lagi, qt bisa hitung IMT kita dengan rumus:
IMT= Berat Badan/Tinggi badan x Tinggi Badan
(BB dlm satuan kg dan TB dlm satuan meter)
Untuk IMT di Indonesia: (beda2 IMT tiap negara, krn TB orang bule biasanya lebih tinggi dari kita)
IMT < 20 = BB kurang (underweight)
IMT antara 20-25 = BB normal (ini baru yg IDEAL)
IMT antara 25-30 = BB normal tinggi (overweight)
IMT antara 30-33 = BB gemuk (obese)
IMT > 33 = BB gemuk sekalu ( very obese)
Misalnya aku: (hehe…aku pake kalkulator)
IMTku= 42 kg/1,55×1,55 (m)
= 42kg/2,4025 (m)
= 17,48 ( < dari 20, artinya underweight atau BB kurang, IMTku sesuai ama hasil diatas)
Kesimpulannya:
BBku belum ideal, padahal makanku udah banyak lho, apalagi kalo jalan2 ama Mas,makan mulu kerjaannya..Hiks,,mas aku harus banyak makannnnnnnnnnnnn lagi….Slurrrrrrrrrrrppppp * gaya makan rakus *
Coba hitung BB ideal dan IMT kalian ya..!
Weew…gimana ya perasaan pembeli kalo dikasih uang kembalian yang bagus? Seneng donk, pastinya…Ketimbang yang lecek…Meskipun, ntarnya juga bakal pindah tangan.
Jadi, tadi after makan di kantin seafoodnya Hj Helen, aku pesen chicken katsu Rp 12.500. Pake uang Rp 50.000 yang masih halus, bagus, cemerlang lah, ngga ada lecek-leceknya….Trus surprise!! Di kembaliinnya juga uang yang bagus…Hahahahaha * jiaah ketawa stres*….Coz biasanya penjual tuh suka balikin uang lecek buatku, sebelum akhirnya aku minta tuker, baru di kasih yang bagusan….
Yah, seneng aja, ada yang menghargai….Coba bayangin uangmu bagus, di balikin yang butek, emang sih yg penting nominalnya, tapi belum tentu saat qt bertransaksi di lain waktu, yg sedang bertransaksi ama qt mau terima uang lecek dari qt…..Iya khan ??
Malesnya, kalo ada yang kembaliin uang qt dengan permen..Jujur deh, pasti banyak dari qt yang pernah ngalamin khan…Aku kurang suka kembalian dalam bentuk ” permen”. Kenapa:
1. Belum tentu nominal kembalian kita sesuai dengan harga “permen” tsb.
2. Uang sekecil apapun, biasanya Rp 200 atau Rp 300 perak, bisa jadi sesuatu yang “membantu” dalam situasi tertentu, misal: beli aqua gelas hehe, nambahin biaya angkot kalo kurang, sedekah, fotocopy beberapa lembar yang per sheetnya 100 perak. Lumayan khan, tukang fotocopy ngga ada yang mau di bayar pake permen. Hehe
.
Candies pic from here
Apa itu berarti pelit? I think no…Itu hak kita sebagai pembeli dan dalam transaksi jual-beli, azas pembeli adalah raja sangat berlaku. Kalo emang mentok ngga ada kembalian dan hanya ada permen,itu ngga masalah, asal silahkan bicara baik-baik dengan pembeli “Pak/bu/Mba/Mas, maaf kembalian tidak ada, apa boleh diganti permen?”..Dengan bicara sopan seperti itu, aku yakin customer insyaAlloh akan “ikhlas” menerima permen sebagai kembaliannya daripada dalam hatinya “ngga terima”. Iya khan?…Namun pada kenyataannya, beberapa ngasih permen langsung ngasih aja tanpa “ijin” ke pembeli atas kerelaannya.
Ok deh, selamat memuaskan pelanggan, bagiku pembeli adalah raja. Jaman aku suka jual2 kue dikampus pas moment cari dana buat suatu acara, kalo kembalian kurang (biasanya 500 perak) aku usahakan selalu bilang ” Kembalian ngga ada, mau diikhlasin apa ngga? “. Tapi kalo emang ada yang ngga mau, ingat2 siapa yang harus kita balikin uangnya, ntar pas uang kembalian udah ada, kasih deh ke orangnya..
Di atas picsnya Irie Naoki, Irie Kotomi (lucu banget) dan Aihara Kotoko ( pics dari sini )
Lagi pengen nyantai nih, so posting yang ngga penting…Buat yang ngga mau baca, ya ngga usah di baca, ntar ngga ngerti lagi. Hehe
. Maklum deh posting yang beginian, aku dulu penggemar anime Jepang sih, sekarang masih tersisa suka animenya.
Pernah denger ngga manga Jepang Itazura na Kiss...He2, aku yakin banyak orang yang ngga tau tentang manganya, tapi kalo ngobrolin anime atau doramanya mungkin ada yang tau.
Doramanya itu sendiri yang di adaptasi dari manganya udah lama banget, sekitar tahun 1996. Sementara animenya sekitar tahun 2008 baru diproduksi.
Inti dari alur cerita ini sama aja, berkisah tentang gadis bodoh bernama Aihara Kotoko di kelas F yang suka pada pria di kelas A yang paling pandai di sekolah, bahkan di Jepang dengan IQ 200, bernama Irie Naoki. Tentu saja, cinta Kotoko hanya bertepuk sebelah tangan. Hingga suatu ketika rumah Kotoko terjadi kebakaran ( dalam versi anime gempa bumi), yang mengharuskan Kotoko dan ayahnya mengungsi ke rumah teman ayah Kotoko. Ternyata anak lelaki tertua dari teman ayah Kotoko adalah pria yang selama ini disukainya (naoki). Tinggal di rumah yang sama dengan berbagai kejadian lucu, membuat hati Naoki yang semula dingin dan kaku mulai menyukai Kotoko.
Awalnya jalan cerita ke dua versi ini sama, namun lama-lama berbeda. Apa bedanya Anime Vs Dorama ?
1. Dalam Dorama di kisahkan ada wanita teman SMA Naoki yang berusaha memisahkan mereka. Sementara dalam anime, tidak ada wanita penghalang,kecuali teman klub tenis Naoki (Matsumoto Reiko) yang juga disukai pelatihnya. Dalam anime selain Wattanabe, ada pria lain yang menyukai Kotoko, yaitu temannya sesama perawat.
2. Dorama hanya mengisahkan kehidupan Kotoko dan Naoki 2 tahun sesudah lulus SMA. Sementara di anime,lebih lengkap, di kisahkan pernikahan mereka, kehidupan nikah, setelah Naoki menjadi dokter dan Kotoko menjadi perawat, sampai anak mereka Irie Kotomi berusia 3 tahun.
Mana yang bagusan…?
Ngga tau kenapa, aku lebih suka versi anime
Coz lebih lucu, sumpah aku ketawa-ketiwi mulu ngliat tingkah konyolnya Kotoko…Trus si Naoki juga, dingin2 gitu tapi diam-diam suka bantuin Kotoko. Buktinya pas test masuk Universitas Tokyo, dan pada saat bersamaan Kotoko kena infeksi usus, dia lebih milih membawa Kotoko ke RS ketimbang mengikuti test masuk. Dan saat itu pula, dia menyadari jurusan dia yang sesungguhnya di kedokteran, bukan di ekonomi untuk meneruskan perusahaan ayahnya. So sweet
Dan yang lucu si Wattanabe akhirnya menikah sama Chris, dan punya anak yang mukanya mirip banget ama dia, padahal nyokapnya kan bule. Hihi
Si Kotomi, anaknya Kotoko dan Naoki juga lucu banget. Sifatnya sama persis kayak ibunya, ngga mau kalah dan selalu mencari perhatian ayahnya
Dan yang paling gokil juga ibunya Naoki, yang selalu berusaha dari awal menjodohkan Naoki dengan Kotoko ;P