CaFe RieKa : Berbagi Info, Ilmu, Tips & Trik, Toko Online, Jualan, dan Curahan Hati

Archive for the ‘Info Kesehatan Gigi’ Category


Teman-temanku, tentunya sebagai umat muslim di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kita telah berusaha menunaikan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Satu hal yang perlu kita ingat saat sedang berpuasa, tentu mulut terasa kering dan sebagian orang  mungkin mulutnya berbau kurang sedap. Nah, aku mau bagi-bagi sedikit tips menjaga kebersihan & kesehatan mulut selama berpuasa, sehingga selain puasa kita lancar, aktivitas sehari-hari dengan lingkungan & teman sekitar pun tak terganggu karena masalah di dalam mulut, apalagi sekitar 90 % masalah bau tak sedap itu berasal dari mulut, sisanya karena penyakit umum atau pencernaan. :) …Okeh….okeh

Berikut Tips & Triknya: :D

1. Kita lakukan pemeriksaan gigi rutin untuk membersihkan karang gigi, mendeteksi karies dini, atau menambal gigi yang berlubang. Bila Anda terlalu sibuk, bisa jadi kunjungan ke dokter gigi menempati urutan bawah dalam agenda harian.

Perhatikan juga gusi Anda, apakah terlihat tanda-tanda bengkak atau mudah berdarah yang merupakan gejala peradangan gusi. Penyebab utama peradangan gusi adalah kebersihan mulut yang buruk dan bisa jadi peringatan bagi Anda untuk lebih memperhatikan cara sikat gigi apakah sudah benar. Kumur dengan air garam dapat dicoba untuk mengurangi peradangan, namun sifatnya hanya sebagai pereda dan tidak menyelesaikan persoalan.

2.  Gunakan obat kumur untuk mengurangi bau mulut, namun penggunaanya harus mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan dan jangan berlebihan. Obat kumur digunakan sebagai pelengkap dalam upaya membersihkan gigi dan mulut secara optimal, namun bila digunakan secara berlebihan malah berpotensi untuk mengganggu flora normal dalam mulut. Sebaiknya gunakan setelah menyikat gigi, dan untuk hasil yang lebih baik setelah itu gunakan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit dibersihkan secara optimal oleh sikat gigi.

obat kumur

3. Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan, baik setelah berbuka maupun setelah makan sahur. Ada baiknya diberi jarak kira-kira 1/2 jam antara sarapan dengan menggosok gigi terutama bila saat sarapan Anda mengkonsumsi makanan yang asam atau yang mengandung karbohidrat. Hal ini dikarenakan pada saat makan, pH air liur Anda turun sehingga keasaman dalam mulut meningkat. Penyikatan gigi yang dilakukan pada saat kondisi mulut asam berpotensi lebih besar untuk mengerosi atau mengabrasi gigi, ditambah lagi pasta gigi umumnya bersifat abrasif.

Juga sebelum tidur, supaya sisa makanan bersih tuntas dan tidak mengalami pembusukan oleh bakteri saat kita sedang tidur. Setiap harinya, saliva (air liur) diekskresi hingga 0.5 – 1.5 liter oleh tiga kelenjar liur besar yang berada di sekitar mulut dan tenggorokan. Aliran saliva menurun saat sedang tidur, terutama saat tidur malam. Oleh karena itu kita sering merasa mulut kering dan berbau kurang sedap saat baru bangun tidur. Di sinilah pentingnya menyikat gigi sebelum tidur.

4. Bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss dan sikat  permukaan lidah secara perlahan-lahan setelah menyikat gigi, karena sisa makanan juga biasa terjebak di permukaan lidah.

5. Jaga pola makan selama berpuasa. Sebaiknya hindari makanan yang berbau kurang sedap dan merangsang :) .

sumber artikel: www.klikdokter.com
sumber pics: berbagai sumber

Puasa Tetap Percaya Diri Tanpa Gangguan Bau Mulut

Oleh : drg. Martha Mozartha

Artikel dari: www.klikdokter.com

Tak berapa lama lagi umat muslim akan menyambut bulan suci Ramadhan, di mana seluruh umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa satu bulan lamanya.

Meski menahan lapar dan haus seharian penuh, aktivitas sehari-hari harus tetap jalan terus. Bertemu klien, meeting dengan rekan kerja atau atasan, kuliah, atau sekedar belanja ke pasar atau supermarket. Intinya, interaksi sosial tidak mungkin terhenti hanya karena sedang berpuasa.

Masalahnya, sebagian besar orang mengalami masalah saat sedang berpuasa, yaitu bau mulut yang kurang sedap.  Hal ini mau tak mau sedikit mempengaruhi kepercayaan diri saat harus berkomunikasi dengan orang lain. Malah dalam kasus yang ekstrim, bau mulut menyebabkan si penderita malas untuk bertemu dan berbicara dengan orang lain. Bagi yang pekerjaannya lebih banyak berada di belakang meja mungkin tidak terlalu signifikan, namun bagi orang yang profesinya mengharuskan ia untuk selalu bertemu banyak orang tentu menjadi sangat terganggu.

Penyebab Bau Mulut Selama Puasa

Nafas yang kurang segar dengan bau tak sedap dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Saat sedang puasa, tidak ada makanan yang masuk sehingga gerakan mengunyah hampir tidak ada. Padahal gerakan mengunyah dan adanya makanan akan menstimulasi produksi saliva (air liur) yang dalam keadaan normal diekskresi sebanyak 1 – 1.5 liter perhari.

Keberadaan saliva sangat penting bagi rongga mulut, di mana ia memiliki efek buffer  yaitu menjaga keseimbangan cairan, dan menjaga rongga mulut dalam keadaan moist . Saliva mengandung enzim-enzim yang dapat membunuh bakteri patogen dengan cara merusak dinding sel bakteri. Dengan menurunnya produksi saliva, mulut menjadi terasa kering. Bakteri juga berkembang lebih pesat. Bakteri yang memetabolisme karbohidrat akan menghasilkan senyawa sulfur atau yang biasa disebut VSC (Volatile Sulfur Compound), gas inilah yang menyebabkan bau mulut.

Saliva juga memiliki efek self-cleansing, yaitu membilas sisa makanan yang berada dalam mulut dan membuatnya tertelan. Tidak adanya saliva membuat sisa makanan saat sahur yang tertinggal di sela-sela gigi atau di permukaan lidah mengalami pembusukan. Hal ini juga menyebabkan bau mulut (halitosis).

Selayaknya kendaraan yang akan dipakai menempuh jarak yang cukup jauh, tentu dibutuhkan persiapan dan pemeriksaan menyeluruh agar performanya maksimal. Memeriksa tekanan ban misalnya, atau mengecek air aki. Demikian juga kondisi rongga mulut kita. Sesungguhnya bila dilakukan persiapan yang tepat, mulut bisa tetap segar dan sehat selama bulan puasa.

Kiat Sederhana untuk Menjaga Kesegaran Nafas Sepanjang Hari

Untuk menjaga kesegaran nafas sepanjang hari, perlu dilakukan langkah-langkah untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan puasa. Pemeliharaan kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut juga harus tetap dilakukan untuk seterusnya.

Kiat untuk mempersiapkan dan menjaga kesehatan gigi dan mulut menjelang bulan Ramadhan:

  1. Kunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan rutin.
    Untuk mengatasi bau mulut, perlu ditelusuri apa penyebab sebenarnya. Bisa jadi karena karies, atau kalkulus, atau karena sebab lain. Dokter gigi akan memeriksa apakah ada karies atau tidak. Karies yang terdeteksi dini dapat segera ditambal. Bila tidak ditanggulangi segera, lubang gigi juga dapat berkontribusi terhadap bau mulut tak sedap karena mudah terselip makanan.

    Selain itu, dokter gigi juga akan membersihkan kalkulus (karang gigi) yang biasanya terdeposit di daerah leher gigi. Karang gigi adalah plak yang tidak dibersihkan secara seksama sehingga lama kelamaan akan mengeras karena endapan mineral dari saliva. Kalkulus juga merupakan tempat pertumbuhan bakteri, terutama kalkulus yang letaknya di bawah gusi. Bakteri anaerob ini menghasilkan senyawa sulfur (VSC), gas inilah yang menyebabkan bau tak sedap.

    Kunjungan ke dokter gigi sebaiknya dilakukan sebelum bulan puasa tiba, karena perawatan dokter gigi menggunakan semprotan air saat mengebur gigi atau membersihkan kalkulus.

  1. Lakukan pembersihan gigi dan mulut secara menyeluruh.
    Seluruh permukaan gigi harus dibersihkan, bukan hanya permukaan bagian depan dan bidang kunyah. Tidak ketinggalan gigi yang paling belakang. Bagian tersebut biasanya sulit dicapai jadi kurang bersih, oleh karena itu pilih sikat gigi yang kepalanya tidak terlalu besar. Waktu penyikatan gigi yang terpenting adalah malam sebelum tidur, karena pada saat tidur produksi saliva juga jauh menurun.

    Jangan lupa, gerakan menyikat permukaan gigi bagian depan jangan dari arah kanan ke kiri melainkan dari atas ke bawah, dengan sedikit memutar. Gunanya adalah pada saat menyikat gigi, gusi juga dapat dipijat dan dibersihkan. Pembersihan sela gigi juga lebih efektif bila sikat digerakkan dari atas ke bawah, karena dapat merontokkan kotoran gigi yang berada di sela gigi. Lebih bagus lagi jika menyikat gigi sambil bercermin, jadi penyikatan gigi lebih teratur dan tidak asal-asalan.

    Lidah juga harus ikut disikat, karena bakteri yang berkoloni di permukaan lidah juga menghasilkan gas VSC sebagai hasil metabolismenya. Menyikat lidah dapat menggunakan sikat gigi biasa,  tidak perlu terlalu keras karena dapat melukai lidah.

    Sikat gigi dan lidah belum cukup, karena plak di sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi biasanya sulit untuk benar-benar bersih. Oleh karena itu sela-sela gigi perlu dibersihkan dengan menggunakan dental floss (benang gigi). Hindari pemakaian tusuk gigi karena kurang higienis dan dapat melukai gusi.

    Gbr. Pembersihan sela-sela gigi menggunakan salah satu jenis dental floss

    Berkumur dengan obat kumur antiseptik dapat membantu mencegah bau mulut, namun pemilihan produknya harus tepat. Obat kumur yang mengandung alkohol dapat menyebabkan mulut menjadi kering. Pemakaiannya juga jangan berlebihan, gunakan sesuai instruksi.

    Mengunyah permen karet bebas gula yang mengandung xylitol juga dapat membantu mengurangi bau mulut. Gerakan pengunyahan menstimulasi produksi saliva, dan xylitol yang dikandung terbukti dapat menekan jumlah bakteri.

  1. Atur pola makan dengan cermat.
    Pengaturan pola makan selama bulan puasa adalah hal yang sangat penting, agar tubuh tidak kekurangan nutrisi yang dibutuhkan. Makanan yang dikonsumsi saat buka puasa dan sahur juga dapat mempengaruhi bau mulut di siang hari.

    Makanan yang beraroma tajam misalnya durian, bawang putih, petai dan jengkol,  sebaiknya dihindari dulu. Perbanyak sayuran dan buah, terutama apel dan wortel.

    Gbr. Makanan yang beraroma tajam sebaiknya dihindari

    Konsumsi teh hijau dapat menjadi salah satu cara mengurangi bau mulut. Menurut penelitian, teh hijau dapat mengurangi karies gigi. Polifenol yang dikandung teh hijau dapat merusak dinding sel bakteri Streptococcus mutans (bakteri kariogenik) sehingga bakteri ini mati. Teh hijau juga terbukti memiliki berbagai khasiat lain bagi tubuh. Selain itu juga perbanyak minum air putih.

  1. Atasi penyakit lain yang dapat menyebabkan bau mulut.
    Kondisi mulut dan tubuh secara umum saling mempengaruhi. Bau mulut tidak hanya bersumber dari rongga mulut, tapi juga dapat disebabkan karena adanya masalah atau gangguan kesehatan tertentu. Contohnya pada penderita maag atau yang mengalami masalah pencernaan, penderita Diabetes Mellitus, dan gangguan hati. Bau mulut karena gangguan kesehatan tersebut bersifat lebih spesifik. Saat produksi asam lambung meningkat, mulut penderita akan mengeluarkan bau mulut yang khas. Selain itu, infeksi di daerah hidung atau sinus juga dapat menyebabkan timbulnya bau mulut yang kurang sedap. Mulut penderita diabetes biasanya berbau keton. Oleh karena itu bila dicurigai adanya masalah-masalah tersebut segera periksakan diri ke dokter.  Bau mulut karena keadaan patologis ini biasanya tidak akan hilang bila gangguan kesehatan yang menyebabkannya tidak diatasi.

What a happy brushing time ;)

Jul 10, 2009 Author: Cafe Rieka | Filed under: Info Kesehatan Gigi

Pernah liat iklan Pepsodent ngga yang scene anaknya di tarik2 ibunya buat nyikat gigi dulu sebelum tidur ? hehe..maaf nih jadi nyebut merk…Tapi emang betul tuh, itu salah satu pendidikan dini juga buat si anak. Coz sikat gigi sebelum tidur tuh penting, jadi memang sebaiknya sejak dini anak-anak di ajarkan untuk selalu menyikat giginya dulu sebelum tidur, apalagi anak-anak sangat senang sekali mengkonsumsi permen & cokelat yang rentan terhadap karies ( gigi berlubang).

Teruz gimana kalo anak ‘males’? Yah, kasihtau aja dampak buruknya, ” kalo ngga sikat gigi, ntar gigimu bolong, nak, sakit & ngilu minta ampunn..” sambil niruin orang yang pipinya bengkak hehe, agak lebay lah di ‘takut2in” gitu deh, tapi memang ada benarnya dunk kalo gigi udah sakit, ngilunya minta ampun, makan susah, tidur pun susah :) . Kalo anak ngga mau juga ? Yah terpaksa harus ditarik ke kamar mandi buat sikatan dulu, hehehe. :P

Nah, tapi memang sebaiknya kita sebagai orangtua menjadikan diri kita sebagai ‘contoh’ terlebih dahulu. Maksudnya, sembari ngajarin anak, yah sembari kita juga menyikat gigi kita sendiri jadi si anak bisa ngikuti dan termotivasi dari orangtuanya hingga lama kelamaan anak menjadi terbiasa.

Gambar model gigi dari sini

Agar kegiatan sikat-menyikat menyenangkan untuk si anak, sebaiknya pilih sikat gigi yang menarik model dan bentuknya untuk anak-anak kita, warna-warna pun yang menarik. Sekarang khan sudah banyak model sikat gigi yang lucu2 plus gantungan buat nyimpan sikatnya, juga pasta gigi rasa buah yang bermacam-macam. Dan untuk teknik menyikat gigi, ajarilah teknik menyikat yang benar & teratur. Kita bisa menggunakan model rahang & gigi sebagai panduannya ;) .

Untuk teknik menyikat gigi sendiri, ada bermacam-macam metode. Hal ini yang akan aku coba share:

Pertama,

Untuk pemilihan sikat, terserah kita mau membelikan sikat gigi model bergambar menarik apapun untuk anak kita, namun sebaiknya kita pilih yang bulu sikatnya soft. Kenapa? karena kalo kita menggunakan bulu sikat yang keras/ kasar (hard) itu bisa mengiritasi gigi dan gusi kita, dikarenakan gigi kita luarnya dilapisi lapisan email (enamel) yang berwarna putih dan merupakan lapisan terkuat, jika menyikat terlalu keras lapisan email yang kuat itu bisa terkikis. Gusi pun bisa teriritasi jika menggunakan bulu yang terlalu keras. Besarnya kepala sikat di sesuaikan dengan mulut kita masing2, umumnya yang berujung kecil sehingga keseluruhan gigi hingga gigi geraham paling bungsu dapat terjangkau oleh sikat. Permukaan bulu sebaiknya yang rata, untuk menyesuaikan dengan lekukan gigi dan tak ada celah yang tersisa.

Kedua,

Pics dari blog Drg Evy,Sp BM

Mulai dengan metode menyikat. Ada beberapa metode, diantaranya teknik Bass, teknik Charter, teknik Stillman. Untuk yang giginya normal umumnya menggunakan teknik (metode) Bass, sementara teknik  Stillman untuk yang gusinya sudah resesi, dan teknik Charter untuk metode menyikat setelah  gigi dilakukan pembedahan.

Teknik Bass  paling di anjurkan karena efektif dalam membersihkan plak di daerah tepi gusi. Caranya seperti ini:

- Posisi bulu sikat di tepi gusi membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu panjang gigi, dengan sebagian bulu sikat masuk ke dalam kantung gusi (sulcus gingiva) dan sebagian lagi di gigi.

- Lalu sikat digerakkan/ digetarkan perlahan-lahan dengan gerakan pendek, kira2 20 getaran per gigi, maju-mundur, hampir bergetar untuk membersihkan kumpulan plak di bawah gusi. Bulu sikat dari tepi gusi ditarik ke permukaan kunyah gigi (dari bawah ke atas pada gigi bawah atau dari atas ke bawah pada gigi atas). Getaran dimodifikasi dengan gerakan memutar.

- Setiap bagian gigi akan terkena beberapa kali gosokkan sewaktu sikat digerakkan. Tiap daerah penyikatan meliputi 2-3 gigi tiap 15 detik. Pada permukaan kunyah sikat di gerakkan dari belakang ke depan.

Selain metode Bass, ada beberapa metode lain:

1) Teknik vertikal

Untuk menyikat bagian depan gigi kedua rahang tertutup lalu gigi disikat dengan gerakan ke atas dan ke bawah. Untuk permukaan gigi belakang gerakan yang dilakukan sama tetapi mulut dalam keadaan terbuka.

2) Teknik horizontal

Semua permukaan gigi disikat dengan gerakan ke kiri dan ke kanan. Kedua cara tersebut cukup sederhana, tetapi tidak begitu baik untuk dipergunakan karena dapat mengakibatkan resesi gusi dan abrasi gigi.

3) Teknik Roll

Sikat ditempatkan pada vestibulum, ujung bulu sikat diarahkan ke apical, dengan sisi dari bulu sikat menyentuh jaringan gingival. Pasien menggunakan tekanan ke lateral dengan sisi dari bulu sikat dan sikat digerakkan ke oklusal. Sikat ditempatkan lagi lebih tinggi dari vestibulum dan gerakan rolling diulang. Permukaan lingual disikat dengan cara yang sama, dengan dua gigi disikat secara berurut.

4) Teknik Charter

Ujung bulu sikat diletakkaan pada permukaan gigi, membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu panjang gigi dan ke atas. Dalam posisi ini tepi bulu sikat berkontak dengan tepi gusi. Bulu sikat agak ditekan, sehingga ujungnya masuk ke daerah antara 2 gigi. Sikat gigi digetarkan membentuk lingkaran kecil, tetapi ujung bulu sikat harus tetap di tempat semula. Setiap bagian dapat dibersihkan 2-3 gigi. Jika suatu bagian sudah dibersihkaan dengan membentuk lingkaran-lingkaran kecil tersebut, maka pembersihan dapat berpindah ke lain-lain bagian. Metode ini merupakan juga cara yang baik untuk pemeliharaan jaringan pendukung gigi, walaupun agak sukar untuk dilakukan.

5) Teknik Fones atau teknik sirkuler

Bulu sikat ditempelkan tegak lurus pada permukaan gigi. Kedua rahang dalam keadaan mengatup. Sikat gigi digerakkan membentuk lingkaran-lingkaran besar, sehingga gigi dan gusi rahang atas dan bawah dapat disikat sekaligus. Daerah di antara 2 gigi tidak mendapat perhatian khusus. Untuk permukaan belakang gigi, gerakan yang dilakukan sama tetapi lingkarannya lebih kecil. Untuk bagian ini jika agak sukar, maka gerakannya dapat diubah ke kanan dan ke kiri. Teknik ini dianjurkan untuk anak-anak, karena mudah untuk dilakukan.

Untuk frekuensi penyikatan, minimal 2x sehari, yaitu sesudah makan dan sebelum tidur di malam hari. Hal ini untuk mencegah penimbunan sisa makanan yang dapat menyebabkan akumulasi plak dan karang gigi. Idealnya dilakukan selama +/- 2 menit. Oya, selain gigi, jangan lupa lidah perlu disikat dengan tongue brush (sikat lidah) atau sikat gigi berbulu lembut, karena lidah juga merupakan tempat berkumpulnya sisa-sisa makanan & akumulasi bakteri ;) .

Ketiga,

Dan alangkah baiknya anak-anak juga mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium & fluor untuk pertumbuhan gigi & tulang yang sehat. Seperti makanan yang kaya kalsium (ikan, susu), fluor ( sayuran hijau), fosfor, serta vitamin A (wortel), vitamin C (buah-buahan), vitamin D (susu), dan vitamin E (kecambah). Mineral dan vitamin tersebut diperlukan untuk pertumbuhan gigi mereka. Kurangi makanan yang manis dan asam.

Keempat,

Ditambah dengan check rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali :) .

(sumber: handbook kuliah + diktat + textbook)

Ternyata Kalkulus Jahat Lho…

Jul 10, 2009 Author: Cafe Rieka | Filed under: Info Kesehatan Gigi

Dalam dunia kedokteran, kalkulus (karang gigi) atau tartar merupakan bahan yang terkalsifikasi yang terjadi di gigi, terbentuk karena adanya kehadiran plak gigi yang terus manerus. Permukaan yang kasar merupakan permukaan yang cocok untuk terbentuknya plak, menyerang gusi yang sehat. Kalkulus menyerap stain lebih mudah dari pada gigi sehat.

Akumulasi kalkulus terjadi pada gigi yang kurang dijaga kebersihannya. Sekali terbentuk biasanya susah dibersihkan dengan alat yang biasa terdapat di rumah, pasien yang mempunyai kalkulus harus segera periksa ke dokter gigi sehingga kalkulus dapat dihilangkan dengan alat ultrasonic dan alat khusus yang tajam.

Akumulasi plak menyebabkan iritasi dan bengkak pada gusi dan ini biasa disebut gingivitis. Ketika gusi mulai iritasi maka akan kehilangan jaringan serat penghubung yang menghubungkan gusi dengan gigi dan tulang yang mengelilingi gigi, ini dikenal dengan periodontitis. Karena plak gigi merupakan masalah utama dari periodontitis, maka ini cenderung sebagai etiologi utama.

Kalkulus dapat terbentuk di sepanjang garis gusi, ditempat ini biasanya disebut supragingiva (diatas gusi), dan di antara kedalaman sulkus yang ada di antara gigi dan gusi, ditempat ini biasa disebut dengan subgingiva (dibawah gusi). Dengan terbentuknya kalkulus, bisa menghasilkan bau mulut, gusi turun, dan radang kronis pada gusi.

Ketika plak ada di supragingiva, terdapat bakteri yang aerob atau bakterinya dapat hidup di lingkungan yang mengandung oksigen. Plak subgingiva, kebanyakan terbentuk dari bakteri anaerob, atau bakteri yang tidak dapat hidup di lingkungan yang beroksigen. Bakteri anaerob sangat bahaya untuk gusi, dan serat gusi yang mengikat antara gigi dan gusi, dapat mengawali adanya periodontitis atau radang gusi. Kebanyakan pasien dengan periodontitis, dikarenakan adanya deposit kalkulus subgingival.

PENCEGAHAN :

Langkah yang terbaik untuk mencegah terbentuknya kalkulus adalah sikat gigi 2 kali sehari dan menggunakan dental floss serta mengunjungi dokter gigi untuk membersihkan gigi secara berkala berdasarkan jadwal yang telah di buat oleh dokter gigi anda. Terdapat juga faktor eksternal yang mempengaruhi akumulasi plak yaitu diabetes dan merokok.

Source:

http://en.wikipedia.org/wiki/Calculus_(dental)

http://www.indahmuhariani.com

Komplikasi Anestesi Lokal dan Penanganannya

Jul 7, 2009 Author: Cafe Rieka | Filed under: Info Kesehatan Gigi

Lokal Komplikasi:

Patah Jarum

Penyebab:

Gerakan tiba-tiba jarum gauge (ukuran) kecil, jarum yang dibengkokkan .

Pencegahan:

Kenalilah anatomi daerah yang akan dianestesi, gunakan jarum gauge besar, jangan gunakan jarum sampai porosnya, pake jarum sekali saja, jangan mengubah arah jarum, beritahu pasien sebelum penyuntikan.

Penanganan:

Tenang, jangan panic, pasien jangan bergerak, mulut harus tetap terbuka jika pragmennya kelihatan, angkat dengan hemostat keal, jika tidak terlihat diinsisi, beritahu pasien, kirim ke ahli bedah mulut.

Rasa Terbakar Pada Injeksi

Sebab:

pH larutan melampaui batas, injeksi larutan cepat, kontaminasi larutan catridge dengan larutan sterilisasi, larutan anestesi yang hangat.

Masalah:

Bisa terjadi iritasi jaringan, jaringan menjadi rusak.

Pencegahan:

Gunakan anestetik lokal yang pH kira-kira 5, injeksi larutan perlahan-lahan (1ml/menit), cartridge disimpan pada suhu kamar, lokal anestetik tetap steril.

Rasa Sakit pada Injeksi

Sebab:

Teknik injeksi salah, jarum tumpul, deposit larutan cepat, jarum mengenai periosteum.

Pencegahan:

Penyuntikan yang benar, pakai jarum yang tajam, pakai larutan anestesi yang steril, injeksikan jarum perlahan-lahan, hindari penyuntikan yang berulang-ulang.

Penanganan:

Tidak perlu penanganan khusus.

Parastesi (kelainan saraf akibat anestesi): tidak terasa.

Sebab:

Trauma (iritasi mekanis pada nervus akibat injeksi jarum/ larutan anestetik sendiri.)

Masalah:

Dapat terjadi selamanya, luka jaringan.

Pencegahan:

Injeksi yang tepat, penggunaan cartridge yang baik.

Penanganan:

Tenangkan pasien, pemeriksaan pasien (lamanya parastesia), pemeriksaan ulang sampai gejala hilang, konsul ke ahli bedah, mulut atau neurologi.

Trismus (gangguan membuka mulut).

Sebab:

Trauma pada otot untuk membuka mulut, iritasi, larutan, pendarahan, infeksi rendah pada otot.

Masalah:

Rasa sakit, hemobility (kemampuan mandibula untuk bergerak menurun).

Pencegahan:

Pakai jarum suntik tajam, asepsis saat melakukan suntikan, hindari injeksi berulang-ulang, volume anestesi minimal.

Penanganan:

Terapi panas (kompres daerah trismus 15-20 menit) setiap jam. Analgetik obat relaksasi otot, fisioterapi (buka mulut 5- 10 menit tiap 3 jam), megunyah permen karet, bila ada infeksi beri antibiotik alat yang digunakan untuk membuka mulut saat trismus.

Hematoma (efusi darah kedalam ruang vaskuler).

Sebab:

Robeknya pembuluh darah vena/ arteri akibat penyuntikan, tertusuknya arteri/ vena, dan efusi darah.

Pencegahan:

Anatomi dan cara injeksi harus diketahui sesuai dengan indikasi, jumlah penetrasi jarum seminimal mungkin.

Penanganan:

Penekanan pada pembuluh darah yang terkena, analgetik bila nyeri, aplikasi pada pada hari berikutnya.

Infeksi.

Sebab:

Jarum dan daerah operasi tidak steril, infeksi mukosa masuk kedalam jaringa, teknik pemakaian alat yang salah

Pencegahan:

Jarum steril, aseptic, hindari indikasi berulang-ulang.

Penanganan:

Terapi panas, analgesic, antibiotic.

Udema (Pembengkakan Jaringan)

Sebab:

Trauma selama injekasi, infeksi, alergi, pendarahan, irirtasi larutan analgesic.

Pencegahan:

Pemakaian alat anestesi lokal yang betul, injeksi atraumatik, teliti pasien sebelum pemberian larutan analgesic.

Penanganan:

Mengurangi pembengkakan secepat mungkin, bila udema berhubungan dengan pernafasan maka dirawat dengan epinefrin 8,3 mg IV/Im, antihistramin IV/im. Kortikosteroid IV/ IM, supinasi, berikan basic life support, tracheastomi, bila sumbat nafas, evaluasi pasien.

Bibir Tergigit.

Sebab:

Pemakaian long acting anestesi lokal.

Masalah:

Bengkak dan sakit.

Pencegahan:

Pilih anastetik durasi pendek, jangan makan/minum yang panas, jangan mengigit bibir.

Penanganan:

Analgesi, antibiotic, kumur air hangat beri vaselinàlipstik.

Paralyse N. Facialis (N. Facialis ter anestesi)

Sebab:

Masuknya larutan anestesi ke daam kapsul/ substransi grandula parotid.

Masalah:

Kehilangan fungsi motoris otot ekspersi wajah. Mata tidak bisa mengedip.

Pencegahan:

Blok yang benar untuk n. Alveaolaris inferior, jarum jangan menyimpang lebih kepost Waktu blok n. alveolaris inferior.

Penanganan:

Beritahu pasien, bahan ini bersifat sementara, anjurkan secara periodic membuka dan menutup mata.

Lesi Intra Oral Pasca Anestesi.

Penyebab:

Stomatitis apthosa rekuren, herpes simpleks.

Masalah:

Pasien mengeluh sensitivitas akut pada daerah uslerasi.

Penanganan:

Simptomatik, kumur-kumur dengan larutan dipenhidramin dan susu magnesium.

Sloughing pada Jaringan.

Penyebab:

Epitel desquamasi, abses steril.

Masalah:

Sakit hebat.

Pencegahan:

Pakai topical anestesi, bila memakai vasokonstriktor jangan berlebihan.

Penanganan:

Secara simptomatik, rasa sakit diobati dengan analgesic (aspirin/ kodein secara topical)

Syncope (fainting).

Merupakan bentuk shock neurogenik.

Penyebab:

Isohemia cereoral sekunder, penurunan volume darah ke otak, trauma psikologi.

Masalah:

Kehilangan kesadaran.

Pencegahan:

Fentilasi yang cukup, posisi kepala lebih rendah dari tubuh, hentikan bila terjadi perubahan wajah pasien.

Penanganan:

Posisikan kepala lebih rendah dari tubuh, kaki sedikit diangkat, bila sadar anjurkan tarik nafas dalam-dalam, rangsang pernaasan dengan wangi-wangian.

Sumber artikel:

http://nindyika.wordpress.com

http://dentnote.wordpress.com

http://myblog-iraandir.blogspot.com

Kalender

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Tips SEO, ngblog, making money online

Tips P3K (sumber: klikdokter.com)

Info Untuk Ibu Hamil ^.^ (widget klikdokter.com )

About Cafe-Rieka

Assalamu'alaykum ^.^... Hi all, I'm Rieka. Welcome to my site. Here u can share anything u want. Thanx for ur visit. Enjoy! :) Display Pagerank

Hijriah Calendar


Mutiara Islam


Cafe-Rieka, the Online Store


Rika & Herman (4November2007)

Daisypath Anniversary Years Ticker

Google Salaf Engine


My Gallery Photos

www.flickr.com
Rika Hermansyah Wijaya's items Go to Rika Hermansyah Wijaya's photostream

Pengunjung Online


Pengunjung Cafe-Rieka


BANNER