CaFe RieKa : Berbagi Info, Ilmu, Tips & Trik, Toko Online, Jualan, dan Curahan Hati
Jika ditanya, saat ini kota apa di Indonesia yang sangat ingin aku kunjungi lagi? Bukan Bali (eh Bali mah provinsi ya, bukan kota…hehe), bukan Lombok, bukan Bandung, bukan pula Jakarta…… Tapi BATU, sebuah kota kecil di Jawa-Timur, yang dulu termasuk wilayah Malang yang kini sudah berdiri sendiri. Berada di jalur Malang-Kediri dan Malang-Jombang.
Aku sangat betah dan terkesan mengunjungi kota yang di juluki Swiss di pulau Jawa ini….Hawanya sangat sejuk dan menyegarkan, sehingga pikiran pun lebih fresh dan stress akibat rutinitas pun Insya Alloh berkurang…Malah aku lebih menyukai kesejukan alami di kota ini ketimbang ke Puncak yang menurutku biasa2 saja, namun hanya karena jarak dr Jakarta lebih dekat saja….
Selain hawanya yang sejuk, kota yang dicanangkan pemerintah menjadi kota wisata Batu ini juga memiliki panorama alam yang sangat indah dilengkapi berbagai vila penginapan serta tempat-tempat wisata indah nan alami.
Sekedar info yang aku kumpulkan, kota sejuk ini sejak abad ke-10, telah dikenal sebagai tempat peristirahatan bagi kalangan keluarga kerajaan, karena kota ini adalah daerah pegunungan dengan kesejukan udara yang nyaman, juga didukung oleh keindahan pemandangan alam sebagai ciri khas daerah pegunungan. Sebagai layaknya wilayah pegunungan yang wilayahnya subur, Batu dan sekitarnya juga memiliki Panorama Alam yang indah dan berudara sejuk, tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat lain untuk mengunjungi dan menikmati Batu sebagai kawasan pegunungan yang mempunyai daya tarik tersendiri. Untuk itulah di awal abad 19 Batu berkembang menjadi daerah tujuan wisata, khususnya orang-orang Belanda, sehingga orang-orang Belanda itupun membangun tempat-tempat Peristirahatan (Villa) bahkan bermukim di Batu. Tak heran, saat aku datang ke kota ini, ada keluarga Belanda yang berada disini
Situs dan bangunan-bangunan peninggalan Belanda atau semasa Pemerintahan Hindia Belanda itupun masih berbekas bahkan menjadi aset dan kunjungan Wisata hingga saat ini. Begitu kagumnya Bangsa Belanda atas keindahan dan keelokan Batu, sehingga bangsa Belanda mensejajarkan wilayah Batu dengan sebuah negara di Eropa yaitu Switzerland dan memberikan predikat sebagai De Klein Switzerland atau Swiss kecil di Pulau Jawa.
Peninggalan arsitektur dengan nuansa dan corak Eropa pada penjajahan Belanda dalam bentuk sebuah bangunan yang ada saat ini serta panorama alam yang indah di kawasan Batu sempat membuat Bapak Proklamator kita (The Father Foundation of Indonesia) yaitu Bung Karno dan Bung Hatta setelah Perang Kemerdekaan untuk mengunjungi dan beristirahat di kawasan Selecta Batu
Asal nama kota “Batu”
Sampai saat ini belum diketahui kepastiannya tentang kapan nama “B A T U” mulai disebut untuk menamai kawasan peristirahatan tersebut. Dari beberapa pemuka masyarakat setempat memang pernah mengisahkan bahwa sebutan Batu berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu. Dari kebiasaan kultur Jawa yang sering memperpendek dan mempersingkat mengenai sebutan nama seseorang yang dirasa terlalu panjang, juga agar lebih singkat penyebutannya serta lebih cepat bila memanggil seseorang, akhirnya lambat laun sebutan Mbah Wastu dipanggil Mbah Tu menjadi Mbatu atau batu sebagai sebutan yang digunakan untuk Kota Dingin di Jawa Timur ini.
Pariwisata
Saat mengunjungi kota dingin ini, aku baru mengunjungi 1 tempat wisata karena keterbatasan waktu dan kelelahan di perjalanan, yakni Jawa-Timur Park (Jatim Park). Berlatarbelakang pegunungan sejuk, Jatim Park ini menyediakan berbagai wahana edukatif (pendidikan), wahana mengenal budaya dari seluruh nusantara, juga wahana rekreasi serta kolam renang Ken Dedesnya yang terkenal itu. Di sini juga kita bisa bermain gokart (balap mobil) dalam skala kecil
Namun, selain Jatim Park, kota ini masih memiliki tempat2 wisata lainnya yang Insya Alloh kalo ada kesempatan aku ingin sekali mengunjunginya….kebun bunga selecta, air terjun, pemandian air panas dan dingin di Selecta, batu night spectaculer…Woww..Tempat wisata lainnya diantaranya:
Wisata gua terdapat di Cangar dan Tlekung
Ada pula objek wisata terbaru di Kota Batu berupa wisata udara paralayang. Setiap hari Ahad, di alun-alun Batu diselenggarakan Pasar Wisata Minggu yang menjual makanan khas Batu serta berbagai macam kerajinan tangan. Di kota ini banyak terdapat villa serta sejumlah hotel berbintang lima.
Batu juga dikenal sebagai kawasan agropolitan, sehingga mendapat julukan Kota Agropolitan. Seperti halnya kawasan Malang Raya dan sekitarnya, Batu banyak menghasilkan apel, sayur mayur, dan bawang putih. Batu juga dikenal sebagai kota seniman. Ada banyak sanggar lukis dan galeri seni di kota ini. Yang terbaru Batu Night Spectaculer, merupakan taman hiburan remaja dengan beberapa wahana mirip di Dunia Fantasi Ancol Jakarta. Tidak kalah menarik dari BNS / Batu Night Spectaculer, ada juga tempat Pariwisata pelajar dan Keluarga yaitu Museum Satwa. Museum yang Bertaraf Internasional dan bergaya Yunani ini adalah museum dimana replika Satwa di Dunia yang belum punah dan yang sudah punah ada di sini. Kita juga bisa melihat replika kerangka hewan purba.
Mantabb bukan ??
Nah, yang tidak kalah penting ketika mengunjungi suatu daerah, adalah oleh2 khasnya. Dibanding Puncak, kota dingin ini lebih beragam makanan khasnya. Selain di pasar buah dengan khas apelnya, adapula keripik apel, keripik nangka, keripik durian, dll. Selain itu adapula:
So,,,,, jadikan kota Batu ini di daftar list kota tujuan Anda ketika bingung berlibur…Insya Alloh ngga nyesell….Jangan lupa bawa jaket, sarung tangan, kaos kaki dan syal untuk menghangatkan tubuh… ^^
~ oya, ada 1 tempat impianku lagi,,,yakni Puncak Gunung Bromo….Meskipun ada yang bilang puncak Bromo kini agak kotor dan banyak kotoran kuda (karena disana memang disewakan banyak kuda untuk para wisatawan), sensasi kenikmatan berada di puncak ini justru aku nanti2kan, menyaksikan sunset bersama orang tercinta di kawasan suku asli Tengger ini…..hope to reach it someday~
Yah, postingan aku kali ini ngga mau terlalu serius.
Aku cuma mau recommend salah satu tempat kuliner makanan fav aku. Aku tau tempat ini pertama kali dari Mba Nia. Berawal dari rasa penasaran, yang konon katanya sop daging ini digemari karena terkenal rasa super pedasssnya yang maknyuzz bgt, akhirnya pada jam makan siang sekitar beberapa minggu lalu, aku dan suamiku menyambangi tempat ini sekedar ingin mencicip seperti apa rasa pedasnya.
Lumayan susah (bagiku) mencapai tempat ini. Karena harus masuk dulu ke kawasan industri MM2100 di daerah Cibitung-Bekasi. Sekedar info, di kawasan industri ini tidak ada kendaraan umum, jadi Anda yang berminat kesana bisa menggunakan kendaraan pribadi atau ojek.
Akhirnya, sampai juga kami ke rumah makan ini. Rumah Makan Sop Jando Bu Darmi atau dikenal sebagai Sup Janda. Seperti sudah diduga, banyak sekali pelanggan terutama para karyawan yang makan siang disini. Bagi Anda yang pertama kali ke sini, jangan kaget saking banyaknya pelanggan yang datang silih berganti dan minimnya karyawan, tak jarang masih banyak tumpukan piring kotor di atas meja. Aku pun awalnya agak kaget dan sedikit jijik tentunya melihat piring dan mangkok berserakan. Kita bisa memanggil seorang pramusaji untuk mengangkat piring-mangkok itu. Satu hal lagi, Anda jangan hanya diam di meja dan berharap untuk dihampiri untuk dilayani. Di sini sistemnya self service. Kita mengambil nasi sendiri, minuman sendiri (kecuali yang pesan es teh), dan siap2 mengantri di dapur untuk memesan sop tsb.
Setelah mengantri panjang, Alhamdulillah kami pun mulai menyicipi sop citra rasa Indonesia tersebut. Seperti yang dibilang orang2, sup ini memang sangaaaaat pedaaaaass, kuahnya yang berwarna hijau karena sepanci penuh cabe rawit disertai daging sapi yang amat sangat empuk dan taburan daun bawang yang nikmat. Yah, benar, dagingnya memang sangat empuk ketika digigit, sepertinya dagingnya digodok selama berjam2 di campur bumbu2 khas rumah makan ini. Pedasnya pun mampu membuat keringat kita bercucuran. Dan, Anda jangan khawatir, 1 porsi semangkuk sop janda ini sangat full dan banyak. Insya Alloh anda kenyang. Bagi yang tidak suka pedas, pemilik RM ini juga menyediakan kuah untuk yang tidak suka pedas..
Mengenai harga?? Anda pun tak perlu khawatir. Untuk menikmati sop janda yang lezat ini anda hanya perlu menyiapakan uang Rp 15.000 (Rp 13.000 untuk sup dan Rp 2.000 untuk nasinya)….
Hati-hati untuk yang punya masalah dengan kolesterol, lemak maupun hipertensi. Aku sarankan jangan ya… ^^
Ok…selamat menikmati….
nb: untuk rute….dari pintu tol MM2100, bisa cari pabrik LG, dari situ terus ke belakang hingga ketemu pabrik sugity. Belok kanan kalo gak salah, terus aja sampe ketemu palang masuk arah perkampungan dan ikutin saja alur nya..
Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Selasa malam, aku ama suami jalan-jalan. Nah, malam itu qt nentuin mau makan malam di Bakso Lapangan Tembak deket Hotel Mulia Senayan itu. Coz hari sebelumnya pernah mau ke situ tapi ternyata masih “close”
. Nah, sesampainya di sana, kita pesen deh menu. Sebenarnya, nih resto menunya banyak, ngga cuma bakso, ada udang goreng tepung, sapi lada hitam, kwetiaw, sop ayam, dll. Tapi tetap menu andalannya bakso, khan awalnya emang jualan bakso, setelah restonya maju dan buka banyak gerai, baru deh mulai ada menu-menu lain sebagai pelengkap.
As usual, aku tiap ke sana cuma pesan bakso kuah plus es teler. Sementara suamiku pesen bakso bakar + kuah bihun mie dan minumnya samaan kayak aku ( es teler)…Lucunya, suamiku ada-ada aja, masa pesen bakso bakar pake kuah sih…Hihi..LOL


Bakso kuah

Bakso Bakar

es teler
(all pics search di google)
Tapi, bakso bakarnya lumayan enak sih, cuma mungkin di lidahku agak “gosong” dikit aja. Hehe, jadi kurang menikmati. Aku paling menikmati sih es telernya, secara juga lagi haus banget…
Hmmm… nih bakso memang salah satu fav aku, tapi aku lebih prefer baksonya es teler 77 ama bakso malang karapitan…Lebih enak * masalah selera lho..*
2 porsi abiz sekitar Rp 70 ribuan, tapi puass sih, nafsu makan tersalurkan……..Pulangnya, masih sempat makan kerang goreng mentega Seafood………Perutnya msh muat sih…hehe
Hmmm…Teman-teman tahu, hal apa saja yang membuat diriku senang saat suamiku mengajak pulang ke rumah mertuaku di Tulungagung, Jawa Timur ? Salah satunya adalah makanannya..Yup, Jawa Timur memang terkenal dengan beberapa makanan khasnya yang uenak dan maknyus (kalo kata om Bondan)…Salah satunya yg lezat dilidahku adalah Sate bekicot
Sate Bekicot, terutamanya di Kediri hampir bisa kita jumpai di beberapa warung…Selain rasanya yang enak tak kalah dengan sate lainnya, juga karena harganya yang murah. Kalo tidak salah, saat itu aku beli per porsinya sekitar rp 5000-6000, murah bukan ?. Keunikan rasanya itu yang membuat aku dan suamiku sampe rela malam2 keluar hanya untuk membelinya. Dan yang bikin enak itu sebenarnya bumbu kacang dan kecapnya yang meresap nikmat kedalam dagingnya…….Teman-teman ingin tau resepnya, berikut aku tulis hasil pencarian di beberapa situs resep
. (more…)
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||