CaFe RieKa : Berbagi Info, Ilmu, Tips & Trik, Toko Online, Jualan, dan Curahan Hati

Archive for the ‘Info Anak’ Category


Penanganan Diare Pada Anak

Oct 7, 2009 Author: Cafe Rieka | Filed under: Info Anak, Info Kesehatan
Dapat artikel bagus dan menarik nih tentang penanganan diare pada anak dari blognya Pak Dokter Arifianto ( http://arifianto.blogspot.com ) , hasil surfing di internet. Check it out ya :) !

Pertama, kita harus tahu dulu apa definisi diare. Diare atau gastroenteritis akut adalah buang air besar lebih dari tiga kali dalam 24 jam, dan konsistensi tinja lebih lembek atau berair. Tapi ada juga lho orang yang punya kebiasaan sehari BAB sampai 4x, tapi tidak lembek/cair. Ini juga tidak termasuk diare.

Kedua, secara umum diare dibagi dua: diare akut dan diare kronik. Diare akut berlangsung di bawah 14 hari, sedangkan diare kronik lebih dari 14 hari. Ada juga istilah diare persisten, yang hampir mirip dengan diare kronik.

Ketiga, anak diare biasanya disertai mual-muntah. Ini adalah hal yang umum terjadi, dan tidak butuh penanganan khusus. Artinya tidak butuh obat mual-muntah. Saya jelaskan di bawah.

OK, yang kita bahas di sini adalah diare akut tanpa penyulit. Artinya bukan disentri (diare disertai darah), diare kronik/persisten, atau diare dengan dehidrasi berat (di sini saya tidak menjelaskan macam-macam kategori dehidrasi, bisa ditemui di banyak sumber di internet).

SATU HAL PENTING: diare sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh juga. Kok bisa? Ya, diare membuang semua virus dan bakteri yang mengganggu sistem pencernaan kita. Begitu juga dengan muntah. Makanya kalau penyakitnya belum keluar semua, kemudian diare di-STOP, atau muntah di-STOP, bisa-bisa si kuman muter-muter aja di saluran cerna, berkembang biak lebih banyak, dan bisa mengakibatkan penyakit bertambah berat. PRINSIPNYA: cegah dehidrasi.

Kalau anak diare, khususnya bayi dan balita, biasanya orangtua panik. Apalagi kalau disertai mual-muntah. Langsung deh pada hari itu, hari pertama-kedua diare, si anak dibawa ke dokter. Jreeenngg… apakah yang dokter berikan?

ORALIT! Yak, inilah obat utama dan andalan untuk semua diare. Jadi jangan lupa, kalau anak diare: minum ORALIT. Inipun tidak perlu pergi ke dokter, karena oralit bisa dibeli secara bebas. Prinsipnya adalah anak harus banyak minum dan makan, jika oralit belum/tidak tersedia. Minum apa saja boleh… termasuk susu. Lho, kok susu? Ya iya dong, kan diarenya bukan karena susu (intoleransi laktosa). Jadi nggak perlu susunya diganti susu LLM (low lactose milk).

Trus bagaimana dengan antibiotika? Pada anak, diare sebagian besar disebabkan oleh Rotavirus, yang akan sembuh dengan sendirinya, antara 2 sampai 7 hari. Jadi ya… didiamkan saja anaknya. Kok tega banget sih anak mencret-muntah didiamkan aja, nggak dikasih obat? Nggak dikasih antibiotika? Ya iya dong, dikasih antibiotika malah bisa memperparah diare. Berhubung tidak ada bakteri jahat yang harus dibunuh (kan akibat virus, bukan bakteri), jadinya si antibiotika membunuh bakteri baik. Makanya ada yang namanya antibiotic-associated-diarrhea.

Antibiotika hanya diberikan pada disentri, kolera dengan dehidrasi BERAT, dan penyakit lain seperti pneumonia.

Trus… kalau antidiare dan antimuntah? Hmmm…. saya tidak akan menyebut merek dagangnya. Tapi menyebut isinya saja (coba Ibu-ibu, Bapak-bapak, dilihat obat mencret-muntah anaknya isinya apa).

Ada yang istilahnya adsorben, macamnya: kaolin-pektin, attapulgite, smectite, karbon, dan kolestiramin. Obat-obat ini digunakan karena mampu mengikat dan menonaktifkan racun (toksin) bakteri atau bahan kimia lainnya yang menyebabkan diare, dan kemampuannya untuk “melindungi” mukosa usus halus. Penelitian tidak menunjukkan kegunaan obat jenis ini.

Obat antimuntah seperti chlorpromazine, metoclopramide, dan domperidone malah dapat menimbulkan efek mengantuk, gangguan keseimbangan, dan berinteraksi secara kimiawi dengan oralit. Muntah akan berhenti dengan sendirinya jika diare hilang.

Obat antimotilitas, misalnya: loperamide, hyoscine, dll diberikan untuk mengurangi gerakan usus, sehingga tinja tidak cair, dan diare mereda. Padahal ini dapat menyebabkan ileus paralitik (usus berhenti bergerak/berkontraksi sama sekali), dan berakibat mengancam nyawa (kematian). Penyakit pun tidak bisa dikeluarkan jika usus tidak mau mengeluarkan.

Ada beberapa obat lain yang saya dapati dalam survei yang saya lakukan: ada nifuroxazide (antibiotika), ini juga tidak perlu, dan ada juga antijamur. Padahal diare yang timbul akibat jamur hanya pada anak dengan gangguan sistem daya tahan tubuh (HIV/AIDS, lupus, kanker, terapi steroid jangka panjang).

Sudah cukup paham Bapak dan Ibu? Anak mencret dan muntah: jangan panik dulu, pikirkan penyebabnya (kebanyakan makan sambel kali…), amati anaknya: ada dehidrasi/tidak. Masih mau minum kan? Nggak terlalu lemes kan? Mau makan walau sedikit tapi sering kan? Masih ada pipisnya kan? Masih mau netek kan? Berarti sekedar diare akut. Delapan puluh persen akan sembuh sendiri.

sumber: The Treatment of Diarrhoea, a manual for physicians and other senior health workers, WHO 2005.

Tips Memandikan Si Kecil

Sep 14, 2009 Author: Cafe Rieka | Filed under: Info Anak, Info dan Tips

Memandikan bayi gampang-gampang susah. Salah-salah bayi kedinginan atau kepanasan. Atau air masuk ke kupingnya. Tapi ada cara supaya aman, dan terutama bayi senang.

Berikut ini sejumlah trik untuk memandikan bayi Anda:

tips-mandi-bayi

1. Siapkan baju, handuk, serta perlengkapan mandi lain.

2. Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di kamar mandi.

3. Sebaiknya kamar mandi atau ruang tempat bayi dimandikan tidak dingin atau lembab.

4. Isilah bak mandi dengan air setinggi kira-kira 7,5 cm dari dasar bak. Selalu tes tingkat kepanasan air dalam bak mandi. Caranya, masukkan tangan atau siku Anda. Jika dirasa masih terlalu panas, tambahkan air. Jangan pernah langsung masukkan bayi dalam bak mandi.

5. Sebelum tali pusar lepas atau belum sembuh setelah disunat, sebaiknya bayi hanya dilap. Cukup mandikan 2 – 3 hari sekali saja.

6. Jika pusar yang belum lepas terkena air, bersihkan/lap dengan alkohol sesudah mandi.

7. Untuk bayi yang masih terlalu kecil, alasi bak mandi atau wastafel dengan handuk untuk berjaga-jaga agar ia tak tergelincir.

8. Jangan memakai sabun/ sampo untuk orang dewasa, dan jangan memakai sabun untuk muka.

9. Saat menceboki bayi, lakukan dari bagian depan ke belakang.

10. Jangan membersihkan bagian dalam kuping.

11. Gunakan handuk kecil lembut untuk membersihkan bagian muka.

12. Bersihkan mata mulai dari dekat hidung terus ke sekelilingnya.

a. Untuk bayi yang baru lahir, bersihkan terlebih dahulu kedua matanya dengan kapas yang telah direndam air matang. Bersihkan mata bayi dari ujung mata ke arah hidung, Gunakan kapas yang berbeda untuk masing-masing mata.
b. Bersihkan pula lubang hidung si kecil secara perlahan-lahan dengan cotton buds yang telah terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air bersih.
c. Gantilah kapas untuk masing-masing lubang hidung. Hati-hati, jangan memasukkan cotton buds terlalu dalam.
d. Kemudian bersihkan juga daun telinga si kecil dengan cotton buds yang telah diberi baby oil. Jangan masukkan cotton buds ke dalam lubang telinga, bersihkan bagian luar telinganya saja.

13. Bungkuslah seluruh badan dengan handuk besar sebelum dan sesudah mandi supaya bayi tidak kedinginan.

a. Sebelum membersihkan tubuhnya, bukalah baju bayi secara bertahap. Mula-mula bukalah baju bagian atas, baru kemudian popok atau celana bayi.
b. Bersihkan alat kelamin dan pantat bayi dengan kapas bulat yang sudah dibasahi air. Bersihkan setiap lipatannya.
c. Kemudian mulailah menyabuni rambutnya serta seluruh badan bayi, terutama lipatan-lipatan kaki, paha, tangan serta lehernya dengan menggunakan sabun bayi.
d. Ukur kembali suhu air dalam bak mandi. Kemudian selipkan tangan kiri Anda ke bawah tengkuk si kecil, lalu pegang erat-erat ketiaknya. Sanggahlah tengkuk si kecil dengan pergelangan tangan Ibu, lalu pegang tubuhnya dengan tangan kanan Ibu.
e. Angkatlah si kecil dan masukkan ke dalam bak mandi. Sementara tangan kiri Anda menyangga kepala dan memegangi ketiaknya, tubuhnya sebagian terendam dalam air. Gunakan tangan kanan Ibu untuk membersihkan sabun di telinga, leher, dan seluruh badannya. Biarkan si kecil bermain dalam air selama sekitar 2-5 menit. Bila si kecil sudah cukup besar, berikan mainan kapal-kapalan atau bebek-bebekan agar acara mandi semakin menyenangkan.
f. Untuk membersihkan bagian belakang tubuhnya, balikkan badan si kecil, kemudian sanggah badannya dengan tangan kiri Anda dan pegang erat-erat ketiaknya. Lalu dengan tangan kanan, bersihkanlah punggungnya.

14. Setelah acara mandi selesai, angkatlah tubuh si kecil dari dalam air, lalu bungkuslah tubuhnya dengan handuk.

a. Sambil mengajaknya bercengkrama, keringkan tubuh bayi dengan cara menekan-nekankan handuk bayi ke tubuhnya.
b. Setelah tubuhnya kering, taburkan bedak bayi di dada, perut dan punggungnya, agar tubuhnya wangi dan segar. Perhatikan setiap lipatan dan lekukan khususnya di daerah kemaluaannya. Usapkan lipatan pada kemaluan si kecil dengan baby oil.
c. Terakhir, pakaikan popok dan baju bayi, lalu sisirlah rambutnya dengan sisir khusus untuk rambut bayi. Bila cuaca mengijinkan, ajakan si kecil jalan-jalan atau berjemur di bawah sinar matahari pagi.

NB:

yang harus diperhatikan:

  • suhu air -> musim panas: 37-38° C, musim dingin: 38-40° C.
  • semua barang yang diperlukan harus telah siap baru memandikan bayi.
  • jangan memandikan anak langsung setelah menyusu, lebih baik 1 jam setelah menyusu.
  • lama mandi kira-kira 10 menit.

(majalah NOVA dan infosehat-hernawatiabdillah.blogspot.com)

4 Trik Jitu agar Si Kecil Tak Sering Bertengkar

Sep 14, 2009 Author: Cafe Rieka | Filed under: Info Anak

TomJerry800

”Karen (32 tahun) hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat kedua buah hatinya ‘asyik’ bertengkar.. Riza (5tahun) dan Inggrid (4 tahun) sepertinya tidak pernah capai untuk saling berebut sesuatu. Mulai dari remote tv, playstation, buku cerita sampai memandikan Choco, anjing peliharaan mereka. Kalau sudah begitu Karen hanya tinggal tunggu waktu saja sampai salah seorang mereka menangis dan mengadu kepadanya.”

Banyak orang menyarankan sebaiknya punya anak dengan rentang waktu kelahiran sekitar 1-2 tahun. ”Supaya capeknya sekalian”, itu alasannya. Membesarkan 1 orang anak saja sudah cukup melelahkan apalagi 2 orang anak sekaligus! Kan sampai dengan umur 5 tahun adalah saat-saat paling penting bagi pertumbuhan anak. Sebagai seorang ibu tentu kita tidak mau mereka ‘salah asuhan’.

Salah satu kesulitan yang mesti dihadapi para orang tua adalah saat anak-anak mereka bertengkar.

Dr Fredrick Toke, terapis khusus anak mengatakan:

”Sebagai orang tua kita harus mengajarkan mereka untuk bertoleransi, mempunyai empati dan tahu cara menyelesaikan masalah tanpa menambah masalah”.

Berikut 4 trik jitu cara menyiasati agar si kecil bisa berhenti bertengkar:

1. Habiskan Waktu yang Sama untuk Setiap Anak

Situasi:
Luna tidak mau keluar kamar sejak pulang sekolah. Dia ngambek begitu tau ayahnya menemani Luigi kursus sepak bola sore ini. Pikir Luna ayahnya tidak adil, karena ia tidak pernah ditemani ayahnya les piano.

Trik:
Habiskan waktu yang sama untuk setiap anak. Temani mereka dalam melakukan hobi atau kursus yang mereka kerjakan.

Ahli mengatakan:
Rasa marah si kecil karena cemburu akhirnya membuat mereka mencari alasan untuk bertengkar dengan saudaranya. ”Mereka akan berpikir Anda tidak adil karena Anda hanya mencintai yang lain”, ujar Dr Liz Norris. Nah, menghabiskan waktu bersama, selain menghapus kecemburuan itu juga membuat ikatan kekeluargaan semakin erat.

2. Beri Jam Weker

Situasi:
Aldi dan Alda ribut memperebutkan remote TV. Aldi ingin menonton Takashi Castle sementara Alda ingin menonton telenovela Dolce Maria di saluran lain.

Trik:
Pasang jam weker! setiap anak diberi waktu 15 menit untuk menonton acara favoritnya. Bila alarm jam sudah berbunyi berarti 15 menit berikutnya untuk anak yang lain.

Ahli mengatakan:
”Adanya jam weker membuat mereka merasa mendapatkan pembagian waktu yang persis sama”, ujar Dr. Mark W Roberts, profesor di The Idaho state University. Namun sebaiknya Anda mengajak mereka bicara dahulu, ajarkan untuk menyelesaikan masalah bersama dengan sikap toleransi . Bila tidak ada titik temu barulah dipakai trik ini. Jika tidak ada yang mau mengalah, bertindaklah tegas tidak memperbolehkan keduanya menonton televisi, agar mereka tahu bahwa sikapnya bisa merugikan dirinya juga.

3. Beri Kode untuk Barang Setiap Anak

Masalah:
Iko dan Erick selalu rebutan botol minum saat mau les berenang. Teriakan ”Ini punya aku!” jadi sering terdengar di kuping.

Trik:
Beri kode tertentu untuk setiap anak. Misalnya warna biru untuk Iko dan warna hijau untuk Erick. Bisa juga menggunakan angka.

Ahli mengatakan:
”Anak-anak sering ribut hanya untuk sesuatu yang tidak jelas. Pemberian kode bisa mengajarkan mereka berempati terhadap sesama, mereka akan mengerti bagaimana perasaan orang lain bila barangnya dipakai atau direbut”, ujar Dr. Janet Brown penulis What Colour is Your Personality.
4. Periksa Program Televisi

Masalah:
Akhir-akhir ini Uli suka memukuli Ila adiknya. Tidak keras sih tapi cukup membuat Ila berteriak mengaduh dan membalas memukul. Ketika ditanya Uli bilang kalau dia sedang berperan menjadi jagoan seperti di film yang ditontonnya.

Trik:
Periksa program televisi yang hendak ditonton. Jangan sampai si kecil menonton film yang penuh adegan kekerasan.

Ahli mengatakan:
”Di masa pertumbuhan, anak mudah sekali dipengaruhi oleh apa yang dilihat dan didengar”, ujar Joanna Sulli, seorang psikolog anak. Bila sang buah hati ingin menonton suatu program acara pastikan Anda sudah menontonnya terlebih dahulu sebagai pencegahan bila ternyata program tersebut tidak cocok untuk anak-anak.

(sumber: hanyawanita.com dan balita-anda.com)

Masa Keemasan Anak (Golden Period) :)

Aug 16, 2009 Author: Cafe Rieka | Filed under: Info Anak

Masa keemasan (golden age) seorang anak adalah merupakan masa paling penting bagi pembentukan pengetahuan dan prilaku anak. Oleh sebab itu, banyak para orang tua yang kemudian “menjejali” anaknya dengan berbagai hal sejak usia dini.Terlebih saat ini semakin banyak tawaran produk atau jasa yang ditujukan untuk anak-anak kita, dengan alasan yang kerap dipakai adalah Golden Age manusia hanya terjadi pada anak-anak, sehingga sang orang tua hanya dihadapkan kepada dua pilihan mau
berbuat sebanyak-banyaknya atau membiarkan saja masa itu berlalu ?

Seorang ibu, Sundari 35 tahun di bilangan Menteng Jakarta Pusat menuturkan bahwa anaknya sejak berusia 2 tahun hingga sekarang berusia 5 tahun dan sudah memasuki TK, sudah diikutkan dalam berbagai kegiatan seperti kursus komputer, bahasa Inggris, piano, renang, ballet, aritmatika, melukis, dan menari. “Pokoknya saya buat anak saya ini super sibuk mumpung otaknya masih bersih” ujarnya. (mainnya kapan ya ?). Untunglah ibu Sundari termasuk golongan the have, jadi tidak ada masalah mau bagaimanapun anaknya dibentuk.

Lebih-lebih kalau bicara soal pertumbuhan badannya, disamping diberi minum susu yang bagus, juga ditambahkan dengan makanan suplemen kesehatan fisik dan otak yang harganya selangit. Hanya persoalannya tepatkah sikap ibu tersebut dalam mengisi masa keemasan anaknya ?

Memang menurut beberapa penelitian para ahli mereka sepakat bahwa otak manusia itu mengalami proses perkembangan dari tingkat yang paling dahsyat sampai kemudian melemah. Menurut catatan Gordon Dryden dan Jeannette Vos, seperti ditulis dalam bukunya Learning Revolution (1999), para peneliti membuktikan bahwa 50% kemampuan belajar anak ditentukan dalam 4 tahun pertamanya, dan 30%-nya
sebelum usianya mencapai 8 tahun.

“Tapi ini tidak berarti bahwa si anak menyerap 50% pengetahuan, atau 50% kearifan, atau 50% kecerdasan pada usia ke empat. Maksudnya adalah, dalam empat tahun pertama itu anak membentuk jalur-jalur belajar utama di otaknya (koneksi dalam otak). Materi apapun yang ia pelajari nanti akan berdiri di atas dasar jalur-jalur itu,” tulisnya menegaskan tentang empat tahun pertama.

Imam Ratrioso seorang psikolog meluruskan pandangan umum tentang golden age anak bahwa masa itu tidak lantas si anak dijejali dengan 1000 halaman buku dan berbagai suplemen kesehatan. Yang justru lebih penting adalah kualitas pengasuhan kita. Mengapa ?

“Karena golden age adalah masa dimana jalur belajar anak tentang karakter, sikap, intelek, emosi, dan moral manusia dibentuk. Semakin bagus kualitas pengasuhannya, berarti semakin banyak dan bagus jalur belajar yang terbentuk di otaknya” jawab Imam.

Phil Silva, Direktur Riset di Universitas Otago – New Zealand, menyimpulkan bahwa anak yang pertumbuhan jalur belajarnya bermasalah pada usia dini akan cenderung mengalamai masalah pada usia remaja.Bagaimana seharusnya orang tua ?Kalau kita ingin mencari anak yang hidupnya enak, pastinya tempatnya sudah jelas, di rumah mewah, sekolah yang bayarnya mahal, restoran jetset, dan mobil yang mentereng.

Tapi kalau mencari anak yang punya otak hebat, tempatnya tidak jelas. Kita bisa temukan anak berotak hebat itu di rumah mewah atau di gubuk reyot, rumah kontrakan, bahkan ada yang di tenda-tenda pengungsian. Ada juga kita temukan di sekolah mahal bertaraf internasional atau di sebuah pesantren dekat kaki gunung nun jauh di sebuah desa terpencil, bahkan ada juga di panti asuhan.

Itulah sebabnya kalau kita membaca biografi tentang orang-orang besar dunia, dari mulai para nabi hingga orang biasa, akan kita temukan fakta yang tidak seragam mengenai asal usul dan latar belakang sosial mereka. Ada yang dari keluarga dan lingkungan yang enak, dan ada dari situasi dan kondisi lingkungan yang sama sekali tidak nyaman.

Walau demikian, mereka memiliki kesamaan umum yang di istilahkan oleh pakar pengembangan diri sebagai “learning” (punya tradisi belajar). Belajar adalah upaya seseorang untuk menyalakan api kejeniusan.

Ada tiga faktor manusia menjadi jenius. Pertama, karena diajar oleh Tuhan langsung sejak dari kandungan. Kedua, karena diajar oleh Tuhan secara tidak langsung melalui pengasuhan yang bagus dari orang dewasa disekitarnya. Ketiga, karena diajar oleh Tuhan secara tidak langsung melalui pengalaman pahit dalam hidupnya.

Pasti kita tidak pernah tahu termasuk golongan mana anak kita nanti. Karena itu, yang paling penting dilakukan oleh para orangtua adalah harus senantiasa menyalakan api kejeniusan atau merangsang terbentuknya berbagai jalur belajar di otaknya, bukan seperti orang mengisi keranjang dengan konsumerisme (memasukkan berbagai kursus, mengonsumsi semua jenis suplemen gizi, dan lain-lain). Dan itu semua ditentukan oleh pola pendidikan dan pengasuhan yang berkualitas.

Pola Pengasuhan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassalam

Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassalam menganjurkan para orang tua untuk memberi bekal kebaikan kepada anak sejak dini “minal mahdi ilal lahdi” dengan pola pendekatan melalui permainan yang menggembirakan, tidak kasar, berdisiplin, dan ajarkan pengetahuan sesuai dengan tingkat usianya.

Bahkan dalam hal pemberian nama saja Rasulullah menganjurkan agar memberi dengan nama yang baik supaya terbentuk konsep diri positif. Termasuk juga memberi makanan bergizi. Kriteria bergizi menurut beliau adalah : Pertama, harus halal dan baik secara kesehatan, dan kedua, harus benar dalam cara mendapatkannya. Beliau mengingatkan jangan sampai kita memberi makanan yang haram dan diperoleh secara haram karena makanan itu akan menjadi daging dan itu akan ikut membentuk perilaku.

Selanjutnya Rasulullah juga mengingatkan kita agar menanamkan sejak dini kepada anak kita tradisi bersyukur. Syukur adalah menggunakan karunia Allah dengan cara yang benar dan untuk hal-hal yang benar, baik, serta bermanfaat. Wallahu a’lam.

(sal/voa-islam dari berbagai sumber).

http://voa-islam.com

Jika anak sering bertanya (??)

May 16, 2009 Author: Cafe Rieka | Filed under: Info Anak

Ketika anak masih kecil, kita masih bisa tenang. Tapi, ketika dia mulai kritis dan banyak bertanya, kita mulai was-was tak bisa menjawab pertanyaan mereka. Misalnya, mengapa dinosaurus punah? Di malam hari, itik tidur dimana?. Saat kita mulai merasa bosan atau kesal mendengar pertanyaan “Apa itu?” atau “mengapa?”

Cobalah selalu ingatkan diri kita, bahwa rasa ingin tahu itu adalah tanda pertumbuhan. Selain itu, tanpa terasa, kita akan kehilangan masa penuh tanya ini. Begitu menginjak masa remaja, kebisuan akan diturunkan anak kita.

Kalender

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Tips SEO, ngblog, making money online

Tips P3K (sumber: klikdokter.com)

Info Untuk Ibu Hamil ^.^ (widget klikdokter.com )

Donation Mer-C

Klinik Laktasi HZ Lactation Care

About Cafe-Rieka

Assalamu'alaykum ^.^... Hi all, I'm Rieka. Welcome to my site. Here u can share anything u want. Thanx for ur visit. Enjoy! :) Display Pagerank

Space IKLAN di Cafe Rieka

Promosikan produk kamu di Cafe-Rieka.com BERIKLAN DI SPACE IKLAN
Cafe-rieka.com
hubungi:
~021 99179891~


Hijriah Calendar


Mutiara Islam


Cafe-Rieka, the Online Store


Rika & Herman (4November2007)

Daisypath Anniversary Years Ticker

Google Salaf Engine


My Gallery Photos

www.flickr.com
Rika Hermansyah Wijaya's items Go to Rika Hermansyah Wijaya's photostream

Pengunjung Online


Pengunjung Cafe-Rieka


BANNER